25 July 2024
Indeks

Duduk 8 Jam Sehari Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

  • Bagikan
Sebuah studi terbaru menemukan duduk selama delapan jam sehari meningkatkan risiko penyakit jantung. (Foto: Pexels)

SULTRATOP.COM – Duduk selama delapan jam sehari ternyata meningkatkan risiko penyakit jantung.

Melansir laman healthshots, studi terbaru yang dipimpin profesor Ilmu Kesehatan Universitas Simon Fraser, Scott Lear, dan Wei Li dari Akademi Ilmu Kedokteran Tiongkok Beijing itu berfokus pada hubungan antara waktu duduk dan kesehatan jantung.

Iklan Astra Honda Motor Sultratop

Menurut pernyataan di situs web resmi Universitas Simon Fraser, penelitian tersebut mengikuti individu selama rata-rata 11 tahun. Penelitian tersebut menemukan hubungan antara jumlah waktu duduk yang tinggi dengan peningkatan risiko kematian dini dan penyakit kardiovaskular.

Polanya serupa pada semua 21 negara yang disurvei, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah.

Penelitian tersebut yang diterbitkan dalam jurnal Jama Cardiology, memperhitungkan survei terhadap lebih dari 100.000 orang di seluruh negara.

Hasilnya menunjukkan orang yang duduk selama enam hingga delapan jam sehari memiliki 12-13 persen peningkatan risiko kematian dini dan penyakit jantung.

Dan jika waktunya lebih lama hingga duduk delapan jam sehari, risikonya meningkat menjadi 20 persen.

Imbangi dengan Olahraga

“Pesan menyeluruh di sini adalah untuk meminimalkan seberapa banyak Anda duduk. Jika Anda harus duduk, berolahraga lebih banyak di waktu lain akan mengimbangi risiko itu,” kata Lear.

Fakta lain yang muncul dari penelitian tersebut adalah mereka yang paling banyak duduk dan paling tidak aktif memiliki risiko tertinggi hingga 50 persen.

Sedangkan mereka yang paling banyak duduk tetapi juga paling aktif memiliki risiko yang jauh lebih rendah sekitar 17 persen.

Lear menambahkan, melakukan perubahan gaya hidup dapat menjadi penyelamat dari bahaya duduk delapan jam sehari.

“Bagi mereka yang duduk lebih dari empat jam sehari, mengganti setengah jam duduk dengan olahraga mengurangi risiko sebesar dua persen,” catat Lear.

Sesuai penelitian, korelasi antara duduk dan kesehatan jantung lebih terlihat di negara berpenghasilan rendah.

Hal itu membuat para peneliti berspekulasi bahwa duduk di negara berpenghasilan tinggi biasanya berkaitan dengan status sosial ekonomi yang lebih tinggi dan pekerjaan dengan gaji yang lebih baik.

Karena itu, Lear menarik perhatian pada fakta duduk terlalu lama adalah masalah global. Solusinya sangat sederhana, yaitu menjadwalkan waktu untuk bangun dari kursi.

Jadi, sekarang mulailah lakukan upaya sadar untuk peregangan sedikit, berjalan sedikit, naik tangga, dan lakukan sedikit waktu untuk berolahraga. (—)

  • Bagikan