15 July 2024
Indeks

Lagi Meningkat di Kendari dan Konsel, Yuk Kenali Gejala DBD!

  • Bagikan
Gejala DBD
Gejala demam berdarah dengue (DBD)

SULTRATOP.COM – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) per 9 Januari 2024 sudah mencapai 116 kasus. Kasus tertinggi berada di Kota Kendari dengan 61 kasus dan Konawe Selatan (Konsel) yaitu 25 kasus.

Dengan meningkatnya jumlah kasus DBD tersebut maka penting untuk mengetahui gejalanya agar bila Anda mengalaminya bisa langsung segera berobat ke dokter. Apalagi antara bulan Desember hingga Mei merupakan waktu kasus DBD meningkat.

Iklan Astra Honda Motor Sultratop

Melansir Healthline, setidaknya 400 juta kasus demam berdarah terjadi di seluruh dunia setiap tahun. Daerah tropis sangat terkena dampaknya.

Demam berdarah ditularkan melalui gigitan nyamuk yang mengandung virus dengue. Penularan dari orang ke orang tidak terjadi. Namun, ibu hamil yang menderita demam berdarah dapat menularkan penyakit tersebut kepada anaknya.

Jika Anda terserang demam berdarah, gejalanya biasanya mulai sekitar 4 hingga 10 hari setelah infeksi awal. Dalam banyak kasus, gejalanya ringan. Gejala ini mungkin disalahartikan sebagai gejala flu atau infeksi lain.

Anak kecil dan orang yang belum pernah mengalami infeksi mungkin memiliki penyakit yang lebih ringan dibandingkan anak yang lebih besar dan orang dewasa.

Masih berdasarkan laman Healthline, gejala umum demam berdarah biasanya berlangsung selama 2 hingga 7 hari dan dapat meliputi:

  • tiba-tiba, demam tinggi (sampai 106°F atau 41°C)
  • sakit kepala parah
  • pembengkakan kelenjar getah bening
  • nyeri sendi dan otot yang parah
  • ruam kulit (muncul antara 2 dan 5 hari setelah demam awal)

Sementara gejala demam berdarah yang parah bisa meliputi:

  • sakit perut dan nyeri tekan
  • muntah ringan hingga berat (tiga kali dalam 24 jam)
  • pendarahan ringan dari hidung atau gusi
  • muntah darah atau darah pada tinja
  • kelelahan, kegelisahan, atau mudah tersinggung

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Elvi mengatakan bahwa kasus DBD sendiri memiliki fase atau tingkatan penyakit mulai dari masa inkubasi hingga mengalami syok. Menurut Elvi, fase syok bisa menyebabkan kematian.

Oleh karena itu, Dinkes Kendari mengimbau kepada masyarakat jika mengalami gejala DBD seperti sudah 3 hari mengalami demam disertai dengan nyeri sendi, serta mengalami bintik-bintik merah yang menjadi ciri khas DBD, muntah dan diare untuk segera berhubungan dengan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar mendapatkan bantuan dari segi medis. (***)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI

  • Bagikan