15 July 2024
Indeks

PB IDI Ajak Masyarakat Sultra Deteksi Dini Kanker Payudara dan Serviks

  • Bagikan
dr. M. Yadi Permana.

SULTRATOP.COM, KENDARI – Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menggelar rakernas ke-3 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berlangsung sejak 21 hingga 25 November 2023.

Melalui rangkaian rakernas tersebut, PB IDI mengajak masyarakat Sultra untuk mendeteksi dini penyakit kanker payudara dan serviks.

Iklan Astra Honda Motor Sultratop

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB IDI, dr. Ulul Albab dan Sekjen Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (PERABOI) dr. M. Yadi Permana usai seminar awam bertajuk ‘Deteksi Dini dan Terapi Kanker Payudara dan Kanker Serviks di salah satu hotel di Kendari pada Selasa (21/11/2023).

Kata dr. Ulul Albab, pada kunjungan PB IDI di Kendari untuk menggelar rakernas ini, pihaknya menitikkanberatkan sosialisasi pada kanker. Terutama pada kanker payudara dan kanker serviks.

“Kanker payudara dan serviks ini pembiayaannya cukup besar oleh negara, bahkan masuk tiga besar setelah penyakit jantung dan stroke,” ungkapnya.

Ia menyebut kanker serviks merupakan kanker yang berbahaya. Pasalnya, setiap 60 menit perempuan Indonesia meninggal karena kanker tersebut. Dan hampir 50 persen ketika perempuan mengalami kanker serviks akan mengalami kematian.

Beberapa faktor penyebab kanker serviks disebutkannya seperti hubungan seksual pertama kali sebelum usia 20 tahun, berhubungan dengan pasangan lebih dari satu orang dan merokok.

Adapun beberapa cara agar masyarakat terhindar dari kanker serviks di antaranya melakukan hubungan yang aman, dalam hal ini legal atau dalam sebuah ikatan pernikahan sesuai dengan norma agama.

Melakukan hubungan hanya dengan satu pasangan dan tidak merokok terutama bagi wanita. Serta melakukan vaksinasi kanker serviks dimulai dari anak kelas 5 atau kelas 6 sekolah dasar (SD).

Sementara itu, Sekjen Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (PERABOI) dr. M Yadi Permana menerangkan, kanker payudara dapat dilakukan pencegahan sejak dini dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (sadari) yang benar dan tepat.

” Dilakukan 5-7 hari setelah selesai siklus menstruasi yang dilakukan secara simultan,” ucapnya.

Pada pemeriksaan sadari itu, masyarakat bisa mengenali perubahan struktur payudara apakah ada benjolan atau tidak, termasuk perubahan kulit dan cairan yang keluar. Periksa pula benjolan di tempat lain seperti di ketiak. Selanjutnya pemeriksaan payudara klinis (sadanis) ke dokter.

Kata dr. Yadi, menyusui anak juga dapat mencegah faktor risiko kanker payudara. Untuk di Sultra, tantangan untuk kanker payudara ialah warners atau peringatan dari masyarakat, serta memaksimalkan peran masyarakat itu sendiri. (—–)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI

  • Bagikan