24 February 2024
Indeks

Ketombe Dapat Terjadi pada Semua Orang, Kenali Jenis dan Penyebabnya

  • Bagikan
Rambut berkilau tanpa ketombe. (Gambar: Pixabay)

SULTRATOP.COM – Ketombe dapat menyebabkan rasa gatal di kepala dengan munculnya sisik-sisik putih yang berasal dari kulit kepala yang mengelupas. Ketombe sangat mungkin terjadi pada setiap orang meski sudah keramas setiap hari.

Lalu apa sebenarnya penyebab ketombe dan cara mencegah munculnya ketombe sehingga kepala kita terasa ringan dan segar. Berikut penjelasan Direktur salah satu klinik kulit di Jepang, Eri Obuchi melalui laman life.saisoncard.co.jp. Menurut dia, dalam beberapa kasus, ketombe mungkin merupakan penyakit kulit, jadi dia menjelaskan gejalanya dan cara menyembuhkannya secara detail.

Iklan Astra Honda Sultratop

Banyak orang memiliki citra ketombe yang kotor. Tapi mengapa ketombe muncul meski Anda mencuci rambut setiap hari dan menjaganya tetap bersih? Eri Obuchi menjelaskan bagaimana ketombe terjadi dan jenis-jenisnya.

Mekanisme Ketombe

Ketombe adalah produk limbah dari kulit kepala. Ini seperti kotoran yang keluar dari kulit Anda, tidak peduli seberapa bersih Anda, ketombe akan muncul. Kulit memiliki fungsi yang disebut “pergantian”, yang terlahir kembali dalam siklus sekitar satu bulan. Keratin lama yang terkelupas oleh pergantian ini adalah ketombe. Ketombe dapat terjadi pada siapa saja, tetapi biasanya kecil dan tidak akan terlihat saat Anda mencuci rambut.

Ada dua jenis ketombe

Kulit kepala adalah rumah bagi jamur penduduk yang disebut Malassezia, yang menyuburkan keringat dan sebum. Sebum sedang melembabkan kulit kepala, dan bakteri Malassezia berperan dalam mencegah invasi bakteri dan kuman.

Namun, untuk beberapa alasan, jika sebum atau bakteri Malassezia terlalu banyak atau terlalu sedikit, ritme pergantian akan terganggu dan akan timbul ketombe dalam jumlah besar. Ketombe terbagi menjadi dua jenis yaitu ketombe kering dan ketombe berminyak. Eri Obuchi akan menjelaskan secara rinci di bawah ini.

1. Ketombe kering

“Ketombe kering” adalah ketombe yang kering, putih, halus. Sering menetes ke pundak, dan kulit kepala juga kering. Ini karena penggunaan sampo dengan detergensi yang kuat dan pencucian rambut yang berlebihan, yang menghilangkan sebum lebih banyak dari yang diperlukan.

Ketika sebum berkurang, ritme pergantian dipercepat, dan bahkan keratinosit yang belum matang pun terkelupas. Juga, jika Anda memiliki kulit kering, kulit kepala Anda cenderung kering, dan ketombe kering kemungkinan besar akan terjadi.

2. Ketombe berminyak

“Ketombe berminyak” adalah ketombe berwarna putih hingga agak kekuningan yang lembap dan lengket. Ini membentuk gumpalan besar di pangkal rambut, menempel di kulit kepala dan rambut. Ketika sebum berlebihan karena keramas rambut yang tidak memadai, jamur Malassezia berkembang biak dan pergantian terganggu, mengakibatkan ketombe dalam jumlah besar. Saat oksidasi berlangsung, ia menyerap kotoran dan debu, menghasilkan ketombe yang lengket dan berminyak.

Jika Anda memiliki kulit berminyak, kulit kepala cenderung menghasilkan lebih banyak keringat dan sebum, yang dapat menyebabkan ketombe berminyak.

Berbagai Penyebab Munculnya Ketombe

Ada banyak penyebab ketombe, namun kebanyakan karena kulit kepala yang kering. Eri Obuchi menjelaskan secara rinci mengapa ketombe muncul.

1. Terlalu banyak mencuci kepala

Jika Anda khawatir tentang ketombe, Anda mungkin akan keramas terlalu banyak, yang kontraproduktif. Shampo juga akan membersihkan sebum yang melindungi kulit kepala pada saat bersamaan. Mencuci rambut terlalu sering dan menggunakan shampo yang keras dapat mengeringkan kulit kepala Anda. Saat sebum berkurang dan kulit kepala menjadi kering, sel kulit mati terkelupas dan timbul ketombe.

Perubahan musim dan paparan sinar UV yang berlebihan
Ketombe kering lebih mungkin terjadi ketika kulit kepala kering karena udara luar yang kering atau panas. Sinar UV merupakan salah satu penyebab kerusakan pada kulit kepala.

Apalagi di musim panas, saat kulit kepala terbakar sinar matahari, warnanya menjadi merah, lalu mengelupas dan menjadi ketombe. Selain itu, sebum di kulit kepala teroksidasi oleh sinar UV yang dapat mengiritasi dan meningkatkan ketombe.

2. Gaya hidup yang tidak teratur

Gaya hidup yang tidak teratur juga menjadi salah satu penyebab munculnya ketombe. Sama seperti kulit Anda yang rentan terhadap kulit kasar saat gaya hidup Anda terganggu, kulit kepala Anda bisa menjadi kasar dan menyebabkan ketombe. Sebagai catatan, “hormon pertumbuhan”, yang diperlukan untuk penyesuaian dan perbaikan sel-sel kulit, disekresikan dalam jumlah besar antara pukul 22.00 dan 02.00.

Tidur yang cukup, penting untuk mendorong pergantian kulit. Selain itu, pola makan yang tidak seimbang juga tidak baik untuk kulit kepala. Makanlah bahan makanan yang seimbang dan bergizi.

3. Stres

Ketika keseimbangan saraf otonom runtuh karena stres, aliran darah juga akan terpengaruh. Pergantian kulit kepala tidak lancar, yang juga dapat menyebabkan ketombe. Aliran darah yang buruk meningkatkan risiko tidak hanya ketombe tetapi juga kerontokan rambut. Untuk mencegah ketombe, kurangi stres dan seimbangkan hormon Anda. (===)

google news sultratop.com
  • Bagikan