20 August 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

167,6 Hektare Tanaman Padi di Sulawesi Tenggara Rusak, 5 Daerah Tetapkan Status Darurat

  • Bagikan
167,6 Hektare Tanaman Padi di Sulawesi Tenggara Rusak, 5 Daerah Tetapkan Status Darurat
Ilustrasi lahan persawahan di Sulawesi Tenggara mengalami kekeringan sehingga tanaman padi mengalami puso/gagal panen. (Gambar: Google AI)

SULTRATOP.COM – Kekeringan mulai berdampak serius terhadap pertanian di Sulawesi Tenggara (Sultra). Sebanyak 167,6 hektare tanaman padi tercatat mengalami kerusakan (puso/gagal panen).

Karena kondisi kekeringan itu, saat ini lima daerah telah menetapkan status tanggap darurat akibat kondisi kekeringan yakni Bombana, Kolaka Timur (Koltim), Buton Utara (Butur), Muna dan Muna Barat.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor Agustus 2026

Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra karena sebagian lahan pertanian yang terdampak tidak memiliki sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk mengairi persawahan.

Pemprov Sultra selanjutnya akan mengirimkan surat kepada seluruh kepala dinas pertanian kabupaten/kota untuk meningkatkan langkah antisipasi menghadapi ancaman kekeringan.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), termasuk mesin pompa air, ke sejumlah wilayah yang terdampak.

Bantuan tersebut antara lain diarahkan ke Kabupaten Bombana, Konawe Selatan (Konsel) dan Kolaka Timur.

Untuk mesin pompa berukuran tiga inci, bantuan diarahkan ke Bombana sebanyak 3 unit, Konawe Selatan 5 unit, Kota Kendari 2 unit, dan Kolaka Timur 6 unit.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra, Prof Muhammad Taufik mengatakan penyaluran bantuan disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah, terutama ketersediaan sumber air.

“Kalau ada sumber air, kita kasih pompa pinjam pakai. Tapi kalau tidak ada sumber air, mungkin langkah ke depan disiapkan irigasi perpompaan,” ujarnya kepada Sultratop.com, Kamis (20/8/2026).

Keterbatasan sumber air menjadi salah satu persoalan utama dalam penanganan kekeringan. Mesin pompa hanya dapat digunakan secara optimal apabila masih terdapat sumber air yang dapat dialirkan ke lahan pertanian.

Untuk wilayah yang tidak memiliki sumber air, pemerintah mempertimbangkan pembangunan sistem irigasi perpompaan sebagai solusi jangka panjang.

Selain bantuan dari Pemprov Sultra, Balai Wilayah Sungai (BWS) juga telah menyalurkan sejumlah bantuan irigasi perpompaan sepanjang tahun ini.

Bantuan tersebut mencakup jaringan irigasi air tanah, irigasi permukaan hingga perbaikan saluran irigasi untuk meningkatkan layanan pengairan persawahan di sejumlah kabupaten/kota.

“Kalau tidak ada hujan, mungkin akan seperti itu. Kita cukup prihatin juga,” katanya.

167,6 Hektare Tanaman Padi di Sulawesi Tenggara Rusak, 5 Daerah Tetapkan Status Darurat
Sawah yang dihantam kekeringan di wilayah Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara. Padi mulai rusak. (Sumber foto: istimewa)

Berdasarkan data sementara, luas lahan sawah yang mengalami kekeringan mencapai 2.846 hektare dan tersebar di sejumlah daerah.

Bombana menjadi salah satu wilayah dengan luasan terdampak kekeringan terbesar, yakni sekitar 1.196 hektare, disusul Konawe Selatan sekitar 1.150 hektare.

Sementara wilayah lainnya yang turut dihantam kekeringan meliputi:

  • Buton: 19,25 hektare
  • Konawe: 161,75 hektare
  • Kolaka: 67 hektare
  • Kolaka Utara: 4 hektare
  • Kolaka Timur: 201 hektare
  • Buton Tengah: 2 hektare
  • Kota Baubau: 46 hektare

Dari total 2.846 hektare sawah yang mengalami kekeringan tersebut, sekitar 167,6 hektare di antaranya tercatat mengalami gagal panen atau puso.

Gagal panen tersebar di Kolaka 7 hektare, Konawe Selatan 47,6 hektare, dan Bombana 113 hektare.

Angka tersebut menunjukkan dampak kekeringan tidak hanya mengancam ketersediaan air untuk persawahan, tetapi juga mulai merusak tanaman yang berada di lahan terdampak.

Pemprov Sultra terus mendorong pemerintah daerah melakukan langkah antisipasi, terutama di wilayah yang mulai mengalami kekurangan air.

Selain bantuan pompa yang dapat digunakan pada lahan yang masih memiliki sumber air, pembangunan dan penguatan jaringan irigasi juga dipersiapkan untuk menghadapi kondisi kekeringan yang berpotensi berlanjut apabila hujan belum turun. (B-/ST)

 

Laporan: M11

Editor: Muhamad Taslim Dalma

Redaksi SULTRATOP.COM melakukan perbaikan pada judul dan isi berita ini. Sebelumnya, kami memberitakan “2.122 Hektare Tanaman Padi di Sulawesi Tenggara Rusak”. Setelah dilakukan pengecekan kembali, data yang benar adalah 167,6 hektare tanaman padi mengalami kerusakan (puso/gagal panen).

Atas kekeliruan tersebut, Redaksi SULTRATOP.COM menyampaikan permohonan maaf kepada pembaca dan seluruh pihak terkait. Koreksi ini merupakan komitmen kami untuk menyajikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan
Jadikan Sultratop.com sumber preferensi berita Anda.
Sumber Terverifikasi Kelola Preferensi →
  • Bagikan