26 September 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Atasi Kekeringan Sawah Muna Barat, BWS Kendari Siapkan Irigasi dari Mata Air Fotuno Sangia

  • Bagikan
Atasi Kekeringan Sawah Muna Barat, BWS Kendari Siapkan Irigasi dari Mata Air Fotuno Sangia
Bupati Muna Barat, La Ode Darwin mendampingi Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae, Sekjend Kementerian Transmigrasi Edi Gunawan, Direktur Pengembangan Kawasan Transmigrasi Elis Sampe Andi, Kepala BWS Sulawesi IV Kendari Muhammad Harliansyah. Mereka mengecek sawah milik warga yang mengalami kekeringan di Desa Kasimpa Jaya, Kecamatan Tiworo Selatan, Sabtu (26/9/2026). (Adin/SULTRATOP.COM)

SULTRATOP.COM, MUNA BARAT – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari menyiapkan rencana pembangunan irigasi dari mata air Fotuno Sangia untuk mengatasi kekeringan yang mengancam areal persawahan masyarakat di Desa Kasimpa Jaya, Kecamatan Tiworo Selatan, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, memberi perhatian serius pada persoalan kekeringan yang mengancam areal persawahan masyarakat di Desa Kasimpa Jaya.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor Agustus 2026

Tak tanggung-tanggung, Ridwan Bae mengajak Kepala BWS Sulawesi IV Kendari, Muhammad Harliansyah, beserta jajarannya turun langsung mengecek mata air Fotuno Sangia dan kondisi persawahan masyarakat yang mengalami kekeringan di Desa Kasimpa Jaya, Sabtu (26/9/2026).

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, didampingi Ketua TP PKK Muna Barat, Rhika Purwaningsih Darwin, bersama sejumlah pimpinan OPD turut mendampingi kunjungan tersebut.

Kepala BWS Sulawesi IV Kendari, Muhammad Harliansyah, mengatakan pihaknya bersama Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, dan Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, telah meninjau lokasi yang memiliki potensi sebagai sumber air.

Menurutnya, sumber air di Fotuno Sangia nantinya akan diarahkan untuk mendukung kebutuhan irigasi pertanian di Kecamatan Tiworo Selatan.

“Insyaallah, kita (BWS Kendari) alokasikan perencanaannya dulu. Kita akan kaji dulu, sejauh mana potensi di sumber mata air Fotuno Sangia. Tahun 2027 kita akan mulai perencanaannya. Tahun 2028, kita mulai pembangunan fisiknya,” kata Muhammad Harliansyah.

Namun, Harliansyah menyebut terdapat kendala yang perlu diselesaikan karena mata air Fotuno Sangia berada dalam kawasan hutan.

BWS Kendari, kata dia, akan melihat status tata ruang kawasan tersebut untuk memastikan apakah mata air Fotuno Sangia masuk dalam kawasan lindung atau tidak.

“Jadi, untuk melakukan pembangunan, kita harus menyelesaikan status kawasan ini,” ucapnya.

Harliansyah menegaskan, berdasarkan arahan Menteri PU RI, persoalan kekeringan, khususnya yang terjadi di areal persawahan, ditargetkan dapat ditangani.

Untuk membantu penanganan kekeringan persawahan di Muna Barat, salah satu langkah jangka pendek yang dilakukan BWS Kendari adalah menyiapkan bantuan bahan bakar minyak (BBM), seperti Pertamax dan solar, bagi petani yang menggunakan mesin pompa air.

“Karena masih keterbatasan pompa air, dan menangani kekeringan persawahan yang ada di Sultra. Kita BWS Kendari menyalurkan BBM kepada petani untuk bahan bakar mesin pompa air mereka. Alhamdulillah, bantuan ini sudah berjalan sejak bulan Agustus lalu,” bebernya.

Ia berharap penanganan jangka pendek kekeringan di Desa Kasimpa Jaya dapat dilakukan melalui kolaborasi antara petani dan pemerintah.

Terutama, kata dia, kelompok tani yang telah memiliki mesin pompa air dapat mengoptimalkan peralatan tersebut untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi persawahan selama kondisi kekeringan. (B-/ST)

 

Laporan: Adin

Editor: Muhamad Taslim Dalma

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan
Jadikan Sultratop.com sumber preferensi berita Anda.
Sumber Terverifikasi Kelola Preferensi →
  • Bagikan