25 September 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Ratusan Pesepeda Warnai Malam di Kendari, Critical Mass Serukan Ruang Setara

  • Bagikan
Ratusan Pesepeda Warnai Malam di Kendari, Critical Mass Serukan Ruang Setara
Seorang peserta Critical Mass Kendari berpose menggunakan sepeda fixed gear miliknya. (Foto: Bambang Sutrisno/SULTRATOP.COM)

SULTRATOP.COM, KENDARI – Ratusan pesepeda dari berbagai kalangan usia menghidupkan suasana malam di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), melalui aksi Critical Mass yang digelar di kawasan pusat kota, Jumat (25/9/2026) malam.

Dengan beragam jenis sepeda dan kelap-kelip lampu, mereka tidak sekadar menikmati kayuhan bersama, tetapi juga menyerukan ruang yang setara bagi pesepeda di jalan raya.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor Agustus 2026

Kawasan kompleks ruko belakang Hotel Horison di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Kendari, dipenuhi ratusan sepeda. Berbagai kalangan usia saling berbaur di antara jenis sepeda berwarna-warni, di antaranya sepeda keranjang, lipat, fixed gear, road bike, hingga gravel yang semakin meramaikan antusiasme peserta.

Salam dua roda menjadi sapaan akrab para pecinta sepeda. Suasana pun terasa hidup ketika mereka saling bertukar sapaan dan candaan. Sebagian terlihat berbagi cerita, sementara lainnya sibuk menyusun atau mempersiapkan sepeda masing-masing sebelum memulai perjalanan.

Critical Mass merupakan aksi bersepeda dalam skala massal tanpa pemimpin atau komando, yang rutin diadakan setiap Jumat terakhir dalam satu bulan untuk menyuarakan hak para pesepeda di jalan raya.

Salah satu peserta, Anca, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menyadarkan seluruh pengguna jalan bahwa pesepeda seperti dirinya memiliki hak yang sama dengan pengendara sepeda motor maupun mobil.

Meskipun tidak rutin bersepeda dan biasanya hanya melakukannya pada waktu weekend, Anca mengatakan masih belum menemukan lebih banyak jalur resmi sepeda roda dua di wilayah Eks-MTQ dalam Kota Kendari.

Apalagi, menurut dia, jalur khusus sepeda lebih banyak digunakan sebagai tempat parkir kendaraan maupun berjualan menggunakan gerobak kopi keliling ketika suasana mulai petang. Meski demikian, ia tidak bisa menyalahkan sesama warga yang menggunakan ruang tersebut untuk mencari nafkah.

“Tolong jangan memandang sebelah mata pecinta sepeda ketika berada di jalan raya, karena kita setara dalam ruang ini,” kata Anca kepada Sultratop.com, Jumat (25/9/2026) malam.

Menurut Anca, Critical Mass merupakan ruang bagi pengguna sepeda yang mayoritas anak muda dengan kepekaan seni ataupun visual untuk bersatu dalam situasi sosial sekaligus menyuarakan ruang-ruang kritis.

Ia menegaskan, Critical Mass bukan komunitas, melainkan ruang kolaborasi bersama yang tidak dikomandoi oleh seorang pemimpin. Gerakan ini, kata dia, dikenal di berbagai negara, termasuk Indonesia dan Amerika.

Dalam praktiknya, para pesepeda terkadang masih mendapat anggapan sinis, termasuk anggapan bahwa sepeda tidak membayar pajak. Padahal, setiap pembelian jenis sepeda dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) sesuai dengan klasifikasi tertentu.

Anggapan bahwa sepeda tidak membayar pajak tersebut dinilai keliru. Keberadaan pesepeda sebagai pengguna jalan juga dipertegas dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Pada kegiatan kali ini, rute Critical Mass menyusuri sejumlah kawasan pusat perkotaan. Perjalanan dimulai dari Coffeeshop Dave & Thom, kemudian melewati pusat kuliner Kali Kadia, dilanjutkan memasuki kawasan Mandonga dan berputar di area Gereja Paroki Santo Clemens Kendari sebelum kembali menuju titik akhir di Dave & Thom.

Critical Mass Kendari telah bergulir sejak Mei 2025 dan terus mengalami pertumbuhan signifikan. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang berkumpul, tetapi juga mendorong semangat hidup sehat melalui aktivitas bersepeda.

Peserta dari luar daerah juga turut meramaikan kegiatan tersebut dengan mengarungi jalanan Kota Kendari menggunakan sepeda yang dihiasi kelap-kelip cahaya lampu.

“Teman dari Kabupaten Konawe (Unaaha) ikut meramaikan, bahkan yang paling terjauh ada dari Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng). Di sini kami bersenang-senang, tentunya tetap tertib berlalu lintas. Kurang dari waktu dua bulan, peminat sepeda terus mengalami peningkatan,” ujar Anca.

Ratusan Pesepeda Warnai Malam di Kendari, Critical Mass Serukan Ruang Setara
Momen kebersamaan peserta Critical Mass Kendari setelah berkeliling menyusuri jalan Kota Kendari. (Foto: Bambang Sutrisno/SULTRATOP.COM)

Perhelatan tersebut juga memberikan dampak positif kepada penyedia jasa sewa sepeda Nhana Bike. Rangkaian kegiatan Critical Mass turut mendatangkan orang-orang yang ingin menggunakan jasa penyewaan sepeda.

Dari Nhana Bike, Yusuf mengaku senang dapat memberikan kesempatan kepada berbagai kalangan untuk menggunakan sepeda, termasuk mereka yang ingin bernostalgia dengan aktivitas bersepeda.

Berbagai jenis sepeda berbaris menunggu pelanggan yang ingin menggunakannya untuk berkeliling dan bersenang-senang.

“Pelanggan terjauh berasal dari Unaaha, hampir semua sepeda dibawa pakai mobil,” ujar Yusuf dengan nada senang.

Salah seorang pengguna jasa, Imah, menyampaikan dirinya diajak keluarga dan teman untuk bersepeda di tengah iring-iringan peserta yang dihiasi lantunan bel sepeda.

Di sepanjang perjalanan, para peserta saling bertukar sapaan dan membantu sesama ketika mengalami masalah atau kerusakan pada sepeda.

“Orang-orang keren ya, mereka semua solid. Bahkan kami dipandu untuk tetap tertib di jalan bersama pengendara lain,” jelas Imah. (A/ST)

 

Laporan: Bambang Sutrisno

Editor: Muhamad Taslim Dalma

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan
Jadikan Sultratop.com sumber preferensi berita Anda.
Sumber Terverifikasi Kelola Preferensi →
  • Bagikan