SULTRATOP.COM, KENDARI β Kondisi kemarau di Sulawesi Tenggara (Sultra) perlu diwaspadai. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan meteorologis kategori waspada seiring masih kuatnya pengaruh El Nino.
Tak hanya meningkatkan risiko kekurangan air, kondisi kemarau yang berlangsung lebih panjang juga berpotensi memperbesar ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat memasuki periode puncak musim kemarau.
Koordinator Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie, mengatakan dinamika atmosfer menunjukkan intensitas El Nino masih sangat kuat hingga awal 2027.
βDampaknya, musim kemarau di Sultra akan relatif panjang dibandingkan normalnya,β kata Faizal.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat berdampak langsung terhadap ketersediaan sumber air di sejumlah wilayah. Musim kemarau yang lebih panjang berpotensi menurunkan persediaan air tanah, debit sungai, hingga volume waduk.
Situasi tersebut sekaligus meningkatkan potensi karhutla, khususnya ketika kondisi lahan semakin kering dan aktivitas masyarakat tidak diiringi langkah pencegahan yang memadai.
BMKG kemudian memetakan sejumlah wilayah yang masuk kategori waspada kekeringan meteorologis berdasarkan analisis data dan pemutakhiran prediksi curah hujan.
Wilayah tersebut antara lain Kecamatan Sorawolio di Bauba, Rumbia Tengah di Bombana, Siotapina di Buton, Lapandewa di Buton Selatan, Mawasangka di Buton Tengah, serta sejumlah kecamatan di Buton Utara.
Di Kota Kendari, wilayah yang masuk kategori waspada meliputi Abeli, Baruga, Kadia, Kambu, Kendari, Kendari Barat, Mandonga, Nambo, Poasia, Puuwatu, dan Wua-Wua.
Potensi kekeringan juga mencakup sejumlah wilayah di Kabupaten Kolaka, Kolaka Timur, Konawe, Konawe Kepulauan, Konawe Selatan, Muna, dan Muna Barat.
Untuk Kolaka, wilayah yang masuk kategori waspada meliputi Iwoimenda, Pomalaa, Samaturu, Tanggetada, Wundulako, dan Wolo. Sementara di Kolaka Timur terdapat Kecamatan Ueesi.
Di Konawe, wilayah yang perlu mewaspadai kekeringan meliputi Abuki, Amonggedo, Anggaberi, Asinua, Besulutu, Bondoala, Kapoiala, Konawe, Lambuya, Latoma, Morosi, Onembute, Padangguni, Pondidaha, Routa, Soropia, Uepai, Unaaha, dan Wawotobi.
Di Konawe Kepulauan, wilayah yang masuk kategori waspada adalah Wawonii Barat dan Wawonii Tenggara. Sementara di Konawe Selatan meliputi Lalembuu, Landono, Mowila, Palangga, Ranomeeto Barat, dan Wolasi.
Untuk Muna, wilayah yang masuk kategori waspada mencakup Batukara, Parigi, dan Wakorumba Selatan. Sementara di Muna Barat terdapat Kecamatan Sawerigadi.
Faizal mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kondisi kemarau yang berlangsung lebih panjang dari normal.
Penggunaan air, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pertanian, diminta dilakukan secara efektif dan efisien. Masyarakat juga diimbau menghindari pembakaran sampah maupun pembukaan lahan dengan cara membakar.
βTerus pantau informasi cuaca dari kanal resmi BMKG secara berkala dan lakukan pencegahan secara nyata serta terkoordinasi,β ujarnya. (B/ST)
Laporan: M11
Editor: Jumriati



















