4 June 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Mengenal Tradisi Katoba, Ritual Sakral Masyarakat Muna untuk Membimbing Anak ke Jalan yang Benar

  • Bagikan
Mengenal Tradisi Katoba, Ritual Sakral Masyarakat Muna untuk Membimbing Anak ke Jalan yang Benar
Tradisi katoba di rumah La Salo, tepatnya Desa Lahontohe, Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna pada Rabu malam (3/6/2026). (Foto: Dok. Sultratop.com)

SULTRATOP.COM, MUNA – Sebelum dianggap siap memahami tanggung jawab hidup, anak-anak Muna harus melewati satu tahapan penting yang diwariskan turun-temurun. Namanya katoba. Dalam ritual sakral ini, mereka diajarkan arti penyesalan, kejujuran, penghormatan kepada orang tua, serta komitmen untuk menjauhi perbuatan buruk. Sebuah tradisi yang hingga kini masih bertahan di tengah perubahan zaman.

Katoba atau toba berasal kata tobat yang artinya sadar dan menyesal akan dosa (perbuatan yang salah atau jahat) dan berniat akan memperbaiki tingkah laku dan perbuatan. Kata tobat dalam bahasa Indonesia ini diserap dari dari bahasa Arab, yakni kata taaba (taubatan) yang berarti kembali, pulang, atau rujuk.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

Dalam masyarakat Muna sendiri, katoba merujuk pada proses kembali ke jalan yang benar dengan menyadari, menyesali dosa-dosa, dan bertekad untuk tidak mengulanginya. Dalam ritualnya, ada yang namanya “wambano toba” atau kalimat-kalimat pertobatan yang mesti jadi pegangan seumur hidup.

Proses penanaman wambano toba ini dibimbing oleh seorang imam, seperti yang tampak dalam gambar pada artikel ini. Gambar tersebut diambil di rumah La Salo, tepatnya Desa Lahontohe, Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna pada Rabu malam (3/6/2026).

Anak-anak itu menggenggam kain putih di tangan mereka. Kain sederhana tersebut bukan sekadar pelengkap ritual, melainkan lambang kesucian hati dan ketulusan tekad untuk memegang teguh wambano toba yang baru saja diikrarkan.

Di hadapan sang imam, mereka menyimak setiap petuah dengan khusyuk. Satu per satu nasihat tentang kebaikan, penghormatan kepada orang tua, hingga pentingnya menjaga perilaku disampaikan dengan tata bahasa yang mudah dipahami.

Melalui prosesi itu, para peserta katoba diajak menanamkan kesadaran bahwa setiap kesalahan harus disesali dan tidak boleh diulangi, sementara jalan kebaikan harus dijaga sepanjang perjalanan hidup mereka.

Sebagaimana lazimnya pelaksanaan katoba di tanah Muna, malam itu suasana rumah dipenuhi kehangatan dan kebersamaan. Kerabat berdatangan, tetangga berkumpul, sementara anak-anak berlarian di sela-sela prosesi yang berlangsung khidmat.

Setelah ritual usai, hamparan hidangan yang telah dipersiapkan melalui gotong royong sejak pagi menjadi perekat kebersamaan. Berbagai menu tersaji di atas meja, mengundang semua yang hadir untuk makan bersama, menjadikan katoba bukan hanya ruang pembelajaran moral bagi anak-anak, tetapi juga momentum mempererat ikatan sosial dalam masyarakat.

Sejarah Tradisi Katoba

Asal usul katoba erat kaitannya dengan awal penyebaran dan berkembangnya ajaran agama Islam di Muna. Hal ini sesuai dengan isi penelitian Abdul Rauf Ode Ishak berjudul “Sejarah Tradisi Katoba di Kerajaan Muna”.

Dijadikannya Islam sebagai agama resmi kerajaan pada tahun 1617 merupakan angin segar bagi dakwah Islam. Penetapan Islam sebagai agama resmi kerajaan berimplikasi pada meningkatnya ketaatan masyarakat terhadap agama dan munculnya tradisi-tradisi yang erat kaitannya dengan ajaran Islam dan nilai-nilai kebudayaan, salah satunya yaitu tradisi katoba.

Lebih lanjut, dalam penelitian itu dijelaskan bahwa tradisi katoba adalah tradisi yang sangat esensi bagi masyarakat Muna sebagai gerbang awal dalam penanaman nilai-nilai agama Islam dan pendidikan karakter berbasis tradisi (character building).

Melalui filosofi katoba yang menjadi pegangan dalam bertindak maka pendidikan maupun pembentukan karakter berbasis agama dan tradisi sangat menunjang dalam mengubah pola sikap dan perilaku masyarakat, terutama masyarakat Muna. Tradisi ini menjadi penting bagi masyarakat Muna sebagai media pembelajaran agama dan media pembentukan karakter anak. (===)

Reporter: Muhamad Taslim Dalma

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan