SULTRATOP.COM, KENDARI — Dr. Herman menjadi salah satu figur yang berhasil melaju sebagai calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), periode 2026-2030. Calon rektor nomor urut 3 ini masuk dalam tiga besar setelah bersaing dengan 10 kandidat lainnya.
Pria kelahiran Buton Tengah, 6 Maret 1976, tersebut mengawali perjalanan akademiknya setelah menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulawesi Selatan, pada 2001.
Setahun kemudian, Dr. Herman memulai karier sebagai dosen bidang hukum di Universitas Halu Oleo. Pada 2006, ia resmi diangkat sebagai dosen tetap UHO. Sejak saat itu, kiprahnya di lingkungan kampus terus berkembang hingga dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis di Fakultas Hukum UHO.
Beberapa jabatan yang pernah diembannya antara lain Kepala Laboratorium Hukum dan Kriminologi, Ketua Program Studi Ilmu Hukum, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, hingga dipercaya menjadi Dekan Fakultas Hukum UHO periode 2022-2026.
Di tengah perjalanan kariernya sebagai akademisi, Dr. Herman terus memperkuat kapasitas keilmuannya. Ia berhasil meraih gelar Magister Hukum dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada 2010.
Tak hanya itu, mantan Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UHO tersebut juga telah menyelesaikan program Doktor Ilmu Hukum di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya pada 2018.
Selain aktif dalam dunia akademik, Dr. Herman juga memiliki pengalaman dalam bidang tata kelola dan kelembagaan universitas. Ia pernah dipercaya menjadi anggota Dewan Kode Etik Universitas, anggota Tim Bantuan Hukum UHO, Sekretaris Tim Bantuan Hukum UHO, hingga saat ini menjabat sebagai Ketua Tim Bantuan Hukum UHO.
Di luar aktivitas kampus, Dr. Herman juga dikenal sebagai praktisi hukum, terutama dalam bidang penyelesaian sengketa. Dedikasinya di berbagai organisasi turut memperluas kiprahnya, di antaranya sebagai Ketua Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Sultra, Ketua Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Sultra, Ketua Dewan Sengketa Indonesia (DSI) Sultra, serta anggota Majelis Pengawas Notaris Sultra.
Dalam kontestasi pemilihan Rektor UHO periode 2026-2030, Dr. Herman membawa visi menjadikan UHO sebagai perguruan tinggi kelas dunia yang inklusif, adaptif, unggul, berintegritas, dan berdampak bagi pengembangan wilayah pesisir, kelautan, kepulauan, serta perdesaan.
Visi tersebut diarahkan untuk memperkuat peran UHO dalam mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Dr. Herman menawarkan sejumlah misi strategis, mulai dari peningkatan mutu pendidikan, penguatan riset dan inovasi, perluasan pengabdian kepada masyarakat, pembangunan tata kelola profesional, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan kemitraan global, hingga memperkuat posisi UHO sebagai motor pembangunan daerah.
Dalam pemungutan suara tingkat senat, Dr. Herman menempati posisi ketiga dari tiga calon yang lolos ke tahap akhir. Ia memperoleh 10 suara anggota senat, sementara kedua rivalnya, Prof. Takdir Saili meraih 11 suara dan Prof. Ida Usman memperoleh 15 suara pada pemungutan suara yang berlangsung Jumat (10/7/2026).
Selanjutnya, ketiga calon rektor akan mengikuti tahapan wawancara dan seleksi berkas oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) pada Juli hingga Agustus 2026. (A/ST)
Laporan: M11
Editor: Jumriati














