18 July 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

BGN Tutup 12 Dapur Makanan Gratis di Muna akibat Masalah SPAL

  • Bagikan
BGN Tutup 12 Dapur Makanan Gratis di Muna akibat Masalah SPAL
Ilustrasi

SULTRATOP.COM, MUNA β€” Sebanyak 12 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), untuk sementara waktu ditutup oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Penutupan sejumlah dapur program makanan bergizi gratis (MBG) tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya perbaikan fasilitas, khususnya terkait sistem saluran pembuangan air limbah (SPAL).

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

Persoalan SPAL di sejumlah dapur dinilai belum memenuhi standar kebersihan dan berpotensi mengganggu lingkungan warga sekitar.

Koordinator Wilayah BGN Muna, Sarwal, mengatakan penutupan sejumlah dapur SPPG tersebut bersifat sementara dan dilakukan demi meningkatkan kualitas layanan.

Menurut Sarwal, dari total 27 SPPG yang memiliki izin pembangunan di Kabupaten Muna, saat ini hanya sekitar 13 dapur yang aktif beroperasi.

“Ada sekitar 13 yang aktif, tetapi 12 SPPG ditutup sementara. Hanya satu SPPG yang saat ini menyalurkan MBG,” terang Sarwal, Rabu (8/4/2026).

Sementara itu, 12 unit lainnya tengah menjalani penutupan sementara untuk proses pembenahan.

β€œYang ditutup itu sementara dalam perbaikan. Jika sudah selesai, maka akan kembali beroperasi,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, keputusan penutupan oleh BGN pusat difokuskan pada perbaikan sistem SPAL agar sesuai standar yang telah ditetapkan.

Sejumlah SPPG yang mengalami penutupan sementara di Muna yakni satu SPPG di Kecamatan Wakorumba Selatan (Wakorsel), tiga SPPG di Kecamatan Katobu, satu SPPG di Kecamatan Lohia, dua SPPG di Kecamatan Napabalano, satu SPPG Kecamatan Watopute.

Lalu satu SPPG di Kecamatan Tongkuno Selatan, satu SPPG di Kecamatan Kabawo, satu SPPG di Kecamatan Kabangka, dua SPPG di Kecamatam Batalaiworu, dan satu SPPG di Maligano.

“Jika setiap SPPG sudah menyelesaikan perbaikan soal SPAL, maka akan segera diaktifkan kembali,” timpalnya.

Ia menambahkan selama ditutup setiap SPPG tidak diberi apapun baik insentif dan berbagai biaya lain. “Kalau sudah selesai perbaikan dicek lalu dikirim hasil perbaikan ke pusat. Semua pemeriksaan tergantung BGN pusat dan yang menentukan ditutup tidaknya SPPG,” ungkapnya.

Sementara terkait persoalan penyaluran MBG, sejumlah masyarakat, menyoroti persoalan menu yang dibagikan untuk para penerima.

Salah satu warga penerima program MBG yang ada di Kecamatan Maligano menyoroti soal menu MBG yang di samakan antara ibu hamil dan batita.

“Seperti halnya menu kacang goreng bagi batita, lalu menu yang berulang-ulang dan tidak kreatif,” keluhnya.

Sementara itu, Sarwal mengklaim secara umum persoalan menu tidak ada masalah serius. Hingga saat ini, penerima program MBG di Muna secara total sudah mencapai sekitar 60 ribu penerima. (B/ST)

Laporan: Nasrudin

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan