SULTRATOP.COM, KOLAKA UTARA – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg) di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra), dalam dua pekan terakhir mulai memicu keluhan warga.
Di tengah tingginya permintaan yang sulit dikendalikan di tingkat pangkalan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara pun mengambil langkah tegas dengan membatasi pembelian guna menjaga pemerataan distribusi.
Pemkab Kolaka Utara melalui Dinas Perdagangan kini intens memperkuat pengawasan distribusi gas elpiji 3 kilogram di sejumlah wilayah, guna memastikan ketersediaan dan penyalurannya tepat sasaran bagi masyarakat.
Dalam sepekan terakhir, Dinas Perdagangan aktif turun langsung melakukan pengecekan di tingkat pangkalan bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Kegiatan ini difokuskan di sejumlah titik di Kecamatan Lasusua.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kolut, Abu Bakri, menuturkan, berdasarkan hasil pemantauan, distribusi dari depo hingga agen masih berjalan normal. Namun, di tingkat pangkalan terjadi lonjakan permintaan yang cukup tinggi sehingga distribusi menjadi sulit terkontrol.
“Agar distribusinya lebih terkontrol, kami sudah menetapkan tidak boleh lagi ada pihak-pihak tertentu yang mengambil dalam jumlah besar. Kami sudah berlakukan 1 orang hanya boleh membeli 1 tabung dan untuk pelaku UMKM maksimal 2 tabung,” tegas Abu Bakri, Rabu (15/4/2026).
Ia menambahkan, pihaknya terus berupaya meminimalisir praktik penampungan tabung, distribusi yang tidak tepat sasaran, hingga kemungkinan penyaluran ke luar daerah.
“Kami mewajibkan seluruh pangkalan melaporkan jadwal pembongkaran LPG kepada pemerintah daerah agar distribusi dapat diawasi secara langsung. Jika ada pangkalan yang tidak melaporkan pembongkaran dan tetap melakukan pendistribusian, maka itu termasuk pelanggaran dan akan kami tindak tegas,” tegasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terpengaruh isu-isu yang memicu kepanikan, serta tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Sementara itu, salah satu warga Lasusua, Aini Rahmayanti, membenarkan kelangkaan gas elpiji tersebut yang menurutnya sudah terjadi sekitar dua pekan terakhir. Kondisi ini membuat dirinya kesulitan karena gas elpiji merupakan kebutuhan utama untuk memasak.
“Sudah lebih dua minggu langka begini tabung gas, semoga pemerintah cepat memberikan solusi,” tandasnya. (A/ST)
Laporan: Rusman Edogawa


















