SULTRATOP.COM, MUNA – Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengirim 10 atlet tenis junior untuk berlaga pada Kejuaraan Tenis Nasional di Makassar, Sulawesi Selatan.
Kejuaraan Tenis Lapangan Junior Kelompok Umur (KU) Piala Semen Tonasa dan Piala Ketua Pelti Provinsi Sulawesi Selatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober hingga 1 November 2026.
Keikutsertaan 10 petenis muda Muna ini menjadi bagian dari program pembinaan berkelanjutan yang dijalankan Pengurus Kabupaten (Pengkab) Pelti Muna untuk meningkatkan prestasi sekaligus menambah pengalaman bertanding para atlet junior.
Ketua Pengkab Pelti Muna, Ashar Dulu, mengatakan 10 atlet tersebut akan turun di sejumlah kelompok umur, mulai dari KU 10 hingga KU 18.
“Untuk KU 10 putri, Muna menurunkan Faiqah dari Ibnu Abbas dan Quin dari SDN 1 Katobu. Sementara KU 12 putri diwakili Naila dari SDN 6 Katobu dan Kia dari SDN 1 Katobu,” terang Ashar Dulu, Senin (5/10/2026).
Untuk kelompok usia SMP, Muna mengirim Seika dari SMPN 1 Raha. Sementara pada KU 12 putra, Muna diperkuat Rafael dari SMPN 1 Raha dan Fahri dari SDN 1 Katobu.
Pada KU 14 putra, Muna mengandalkan Faiq dari MTsN 1 Muna. Sedangkan KU 16 putri diwakili Egis dari SMAN 1 Raha, dan KU 18 putri dipercayakan kepada Vidya dari SMAN 1 Raha.
Sebelum bertolak ke Makassar, seluruh atlet akan menjalani pemusatan latihan atau training camp (TC) selama 17 hari, mulai 1 hingga 17 Oktober 2026.
TC tersebut akan didampingi pelatih Muhammad Iqbal Hayun, dengan fokus latihan mencakup aspek teknik, fisik, mental, serta kesiapan menghadapi pertandingan.
Ashar Dulu menegaskan, keikutsertaan atlet junior Muna di Makassar tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar prestasi.
Menurutnya, kejuaraan tersebut menjadi kesempatan penting bagi para atlet muda untuk menambah pengalaman dan jam terbang dengan menghadapi petenis junior dari berbagai daerah di Indonesia.
“Ini bagian dari proses pembinaan. Anak-anak perlu mendapatkan pengalaman bertanding di luar daerah agar mental dan kemampuan mereka semakin terasah,” katanya.
Ashar berharap pengalaman bertanding di tingkat nasional tersebut dapat menjadi bagian dari proses lahirnya generasi petenis Muna yang mampu mengukir prestasi lebih tinggi di masa mendatang.
Sementara itu, pelatih Muhammad Iqbal Hayun mengatakan persiapan atlet akan dimaksimalkan selama pelaksanaan TC.
“Fokus kami bagaimana anak-anak lebih siap saat pertandingan, baik dari sisi teknik, fisik maupun mental,” ujarnya.
Ia berharap para atlet tidak hanya mampu meraih prestasi di ajang tersebut, tetapi juga membawa pulang pengalaman berharga yang dapat menjadi modal untuk menghadapi berbagai kompetisi berikutnya. (B/ST)
Laporan: Nasrudin
Editor: Jumriati





















