SULTRATOP.COM, MUNA BARAT – La Ode Muhammad Syawal resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Muna Barat dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Kedai 85, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Tiworo Tengah, Senin (10/8/2026) sore.
Terpilihnya Syawal secara aklamasi menjadi momentum baru bagi pembinaan sepak takraw di Muna Barat. Ia menargetkan cabang olahraga (cabor) yang menjadi salah satu unggulan daerah tersebut tidak hanya mampu mempertahankan prestasi di tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), tetapi juga melahirkan atlet yang mampu berprestasi hingga tingkat nasional.
Dalam sambutannya, La Ode Muhammad Syawal menyampaikan terima kasih atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia mengajak seluruh pihak, termasuk pengurus, pelatih, sesepuh, dan para atlet, untuk bersama-sama memajukan olahraga sepak takraw di Muna Barat.
“Sepak takraw adalah salah satu cabang olahraga unggulan dan tradisional di Muna Barat. Bagi saya pribadi olahraga sepak takraw ini, saya sudah mengenal sejak kecil dan bukan hal baru bagi saya. Untuk itu, saya berharap kehadiran saya di PSTI Muna Barat dapat diterima dengan baik,” kata La Ode Muhammad Syawal.
Syawal yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian (Kabag) Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Muna Barat itu meminta saran dan dukungan dari para sesepuh serta pengurus PSTI untuk menyusun langkah pembinaan yang dapat membawa sepak takraw Muna Barat semakin diperhitungkan, bukan hanya di tingkat daerah dan provinsi, tetapi hingga nasional.
Menurutnya, pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak bisa ditempuh secara instan. Kepengurusan PSTI Muna Barat ke depan akan berupaya membangun sistem pembinaan yang mampu menemukan dan mengembangkan bibit atlet potensial sejak usia dini.
Proses tersebut, kata dia, harus dimulai dari pencarian bibit, pembinaan, latihan secara rutin hingga memberikan kesempatan kepada atlet untuk mengikuti berbagai kejuaraan.
“Target kita bukan hanya berjaya di tingkat provinsi. Kita ingin atlet-atlet Muna Barat bisa berprestasi dan membawa nama daerah sampai ke tingkat nasional,” tegasnya.
Syawal mengatakan tantangan terdekat PSTI Muna Barat adalah menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sultra yang akan digelar dalam waktu kurang lebih tiga bulan mendatang. Karena itu, ia meminta seluruh pengurus dan pelatih mulai mempersiapkan atlet secara maksimal.
Ia menyebut sepak takraw Muna Barat selama ini memiliki catatan prestasi yang cukup baik dalam ajang Porprov Sultra. Bahkan, cabor tersebut selalu menjadi salah satu penyumbang prestasi dan disebut pernah meraih predikat juara umum.
“Dalam iven Porprov ini, sepak takraw Muna Barat selalu menjadi juara umum. Ini menjadi tantangan saya ke depan untuk bagaimana mempertahankan prestasi ini. Insyaallah, saya akan berbuat semaksimal mungkin untuk membawa sepak takraw Muna Barat bukan saja berjaya di tingkat provinsi, tetapi juga tingkat nasional,” ucapnya.
Ia menegaskan sepak takraw menjadi salah satu cabang olahraga yang diharapkan mampu mendulang medali emas bagi Muna Barat pada Porprov Sultra mendatang.
Untuk itu, Syawal meminta pengurus dan pelatih menyiapkan atlet putra maupun putri melalui program latihan yang intensif. Ia juga menginginkan seluruh atlet potensial asal Muna Barat mendapat kesempatan untuk membela daerahnya pada ajang Porprov.
“Saya sudah mendapat kabar bahwa atlet sepak takraw putra dan putri Muna Barat sangat berprestasi. Dan saya berharap semua atlet sepak takraw Muna Barat diikutkan dalam iven Porprov Sultra nanti. Kita tidak mau lagi ada atlet dari Muna Barat bermain di daerah lain,” bebernya.
Syawal berharap kepengurusan baru PSTI Muna Barat dapat menjadi wadah yang mampu menjaga sekaligus meningkatkan prestasi sepak takraw daerah. Ia menilai dukungan seluruh pihak menjadi salah satu kunci agar pembinaan atlet dapat berjalan secara konsisten.
Musda PSTI Kabupaten Muna Barat turut dihadiri perwakilan Pengurus PSTI Provinsi Sultra Firman Kasim, Ketua PSTI Muna Barat terpilih La Ode Muhammad Syawal, pengurus PSTI Muna Barat, sesepuh PSTI, para atlet sepak takraw serta tamu undangan lainnya. (B/ST)
Laporan: Adin
Editor: Muhamad Taslim Dalma

















