10 August 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Cegah Tawuran, Fight Kendari Jadi Ruang Adu Jotos Legal yang Diminati Banyak Remaja

  • Bagikan
Cegah Tawuran, Fight Kendari Jadi Ruang Adu Jotos Legal yang Diminati Banyak Remaja
Kedua peserta amatir mengikuti Fight Kendari sebagai ajang silahturahmi sekaligus menyalurkan energi positif. (Foto: Bambang Sutrisno/SULTRATOP.COM)

SULTRATOP.COM, KENDARI – Maraknya aksi tawuran dan kejahatan jalanan yang melibatkan remaja di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mendorong sejumlah pemuda menghadirkan Fight Kendari sebagai ruang penyaluran emosi dan energi secara positif melalui olahraga boxing.

Kegiatan yang telah berlangsung sekitar satu bulan itu digelar secara berpindah-pindah atau mobile. Sejumlah lokasi yang sempat menjadi tempat kegiatan di antaranya pelataran parkir Indomaret Hombis, Indomaret Baruga, serta Kolam Retensi Boulevard.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor Agustus 2026

Penggerak awal Fight Kendari, Fadlan, mengatakan wadah tersebut berangkat dari keresahan terhadap aksi perkelahian dan tindakan onar yang kerap terjadi di tengah masyarakat.

Menurutnya, perkelahian antarremaja hingga tawuran tidak hanya meresahkan warga, tetapi juga dapat berujung pada tindak pidana yang merugikan banyak pihak.

“Awal mula kami menggeluti kegiatan ini karena diajak latihan boxing bersama teman sembari belajar membuat video latihan,” kata Fadlan kepada Sultratop.com, Minggu (9/8/2026).

Dari aktivitas latihan tersebut, Fadlan kemudian disarankan membuat akun media sosial yang berfokus pada kegiatan latihan bela diri boxing. Respons yang diterima ternyata cukup positif.

Bahkan, sejumlah orang kemudian meminta agar kegiatan tersebut dikembangkan menjadi sebuah event yang mempertemukan mereka yang ingin bertanding secara langsung.

“Dari pada mereka tawuran ataupun berujung dengan aksi tindak pidana, mending mereka boxing untuk selesaikan masalah kemudian diawasi para atlet,” tambahnya.

Meski baru berjalan sekitar satu bulan, Fight Kendari mulai mendapat perhatian masyarakat. Setiap pekan, peserta yang ingin bertanding cukup banyak hingga harus mengantre, sementara jumlah penonton dapat mencapai ratusan orang yang mengelilingi arena pertandingan.

Cegah Tawuran, Fight Kendari Jadi Ruang Adu Jotos Legal yang Diminati Banyak Remaja
Saling lempar pukulan warnai tempat pertandingan di Kolam Retensi Boulevard Kendari. Kedua pria yang saling berbalas pukulan adalah profesional fighter. (Foto: Bambang Sutrisno/SULTRATOP.COM)

Dalam pelaksanaannya, Fadlan juga didampingi Ahril, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari yang memiliki latar belakang atlet. Ahril kerap berperan sebagai juri maupun wasit untuk memandu jalannya pertandingan.

Pertandingan tersebut tetap mengacu pada aturan dasar tinju dan dilakukan dengan pengawasan agar aksi adu pukulan tidak berkembang menjadi tindakan berlebihan.

Ahril mengatakan Fight Kendari terbuka bagi pemuda maupun pelajar SMA dan SMK di Kota Kendari yang ingin menyelesaikan persoalan secara sportif tanpa berujung pada penganiayaan.

Seluruh peserta juga dipertemukan berdasarkan kategori berat badan sehingga mendapatkan lawan yang relatif sepadan. Tingginya antusiasme pendaftar melalui Instagram membuat peserta juga diimbau mempersiapkan kondisi fisik atau mengikuti sesi latihan sebelum bertanding.

Sebelum masuk arena, peserta dibekali perlengkapan keselamatan berupa boxing gloves atau sarung tinju serta headgear atau pelindung kepala.

“Tadi ada teman-teman pelajar mau ikut, kata mereka lebih baik fight dari pada tawuran di sekolah. Menariknya, setelah saling melempar pukulan berbaikan dan menganggap perseteruan selesai. Pertandingan tadi melibatkan kelas amatir untuk pemula dan kelas profesional untuk hiburan,” ujar Ahril.

Namun, keterbatasan sarana dan prasarana menjadi salah satu kendala yang dihadapi Fight Kendari. Karena itu, kelompok pemuda tersebut berharap mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Kendari untuk menyediakan tempat yang lebih layak.

Tempat tersebut diharapkan dapat menjadi pusat latihan sekaligus lokasi penyelenggaraan event sehingga aktivitas Fight Kendari dapat berlangsung lebih terarah seiring tingginya minat pemuda.

Respons positif juga datang dari warga. Isfan yang hadir menyaksikan kegiatan tersebut menilai Fight Kendari dapat menjadi alternatif bagi generasi muda untuk menyalurkan energi sekaligus menjauhkan mereka dari berbagai aktivitas negatif.

Menurut Isfan, keberadaan wadah semacam itu dapat membantu mencegah pemuda dan remaja terjerumus dalam penyalahgunaan minuman beralkohol, narkotika, tawuran, hingga perbuatan yang berpotensi mengarah pada tindak pidana.

Dukungan juga disampaikan Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua. Kegiatan tersebut dinilai memiliki sisi positif karena memberikan ruang bagi anak muda untuk menyalurkan energi melalui aktivitas olahraga.

Isfan menilai konsep serupa juga pernah diterapkan dalam kegiatan fight sebagai upaya mencegah aksi kekerasan jalanan atau klitih di Yogyakarta.

“Intinya, kekerasan yang menimbulkan kehilangan nyawa ataupun kerugian lainnya didominasi anak-anak remaja. Maka dari itu, kita harus mendukung perhelatan ini, karena diawasi profesional fighter jadi tidak perlu diragukan lagi,” tegas Isfat.

Cegah Tawuran, Fight Kendari Jadi Ruang Adu Jotos Legal yang Diminati Banyak Remaja
Seorang atlit boxing membalut tangan untuk persiapan latihan sekaligus mengikuti Fight Kendari yang diinisiasi oleh rekannya. (Foto: Bambang Sutrisno/SULTRATOP.COM)

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, mengapresiasi inisiatif kelompok pemuda tersebut meski dirinya belum menyaksikan langsung kegiatan Fight Kendari.

“Baru rencana mau jalan-jalan lihat itu Fight Kendari, soalnya belum dilihat secara langsung. Tapi, kalau hal itu positif pasti kami dukung,” jelas Sudirman saat dihubungi Sultratop.com, Senin (9/8/2026).

Dengan konsep pertandingan yang diarahkan sebagai ruang penyaluran energi dan emosi secara terkontrol, Fight Kendari kini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang adu fisik, tetapi juga wadah pembinaan bagi pemuda agar memilih olahraga dibandingkan tawuran dan tindakan kekerasan di jalanan. (A/ST)

 

Laporan: Bambang Sutrisno

Editor: Muhamad Taslim Dalma

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan