26 October 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

185 Hektare Sawah di Muna Alami Kekeringan, Puluhan Hektare di Desa Labulu-bulu Gagal Panen

  • Bagikan
185 Hektare Sawah di Muna Alami Kekeringan, Puluhan Hektare di Desa Labulu-bulu Gagal Panen
Perbaikan jaringan air di lahan sawah Desa Labulu-bulu.

SULTRATOP. COM, MUNA – Seluas 185 hektare sawah yang ada di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) terdampak kekeringan akibat kemarau panjang.

Tercatat ada sekitar tiga desa yang tersebar di tiga kecamatan yakni Kabangka, Kabawo dan Parigi. Ketiga desa itu yakni Desa Lupa sekitar enam hektare Desa Bente 15 hektare sementara Desa Labulu-bulu terdampak paling banyak 164 hektare.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor Oktober 2026

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Muna,  Anwar Agigi mengatakan kemarau panjang mempengaruhi tingkat produktivitas petani yang ada di Kabupaten Muna.

“Data yang masuk berdasarakan pemantauan di beberapa kecamatan ada sekitar 185 hekatre Desa Labulu-bulu hingga mengalami gagal panen,” terang Anwar Agigi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (26/10/2026).

Di Desa Labulu-bulu ada sekitar 10 dusun yang sudah mengalami kekeringan paling banyak di Dusun Karya Baru sekitar 32 hektare disusul dusun karya mandiri 30 hektare dan dusun sinar harapan 26 hektare.

Dinas Pertanian saat ini kata Anwar, sudah berupaya memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mengatasi kekeringan di tiga wilayah tersebut. Bantuan sudah disalurkan sejak Juni 2026.

“Bantuan pompa air dari Kementerian Pertanian yang sudah dibagikan sekitar 28 unit yang disalurkan di beberapa kecamatan yang mengalami kekeringan,” jelasnya.

Selain 28 pompa air, pihaknya tahun ini kembali mengusulkan khusus di wilayah terdampak satu unit di Desa Lupia, tiga unit di Desa Bente dan dan 34 unit di Desa Labulu-bulu.

“Tambahan ini untuk mencegah gagal panen. Totalnya 40 unit pompa air,” ujarnya.

185 Hektare Sawah di Muna Alami Kekeringan, Puluhan Hektare di Desa Labulu-bulu Gagal Panen
Kepala Dinas Pertanian Muna, Anwar Agigi memperlihatkan sawah percobaan di depan Kantor Dinas Pertanian Muna.

Selain bantuan pompa, Kementerian PUPR juga melakukan perbaikan jalan irigasi ke bendungan Labulu-bulu, Latampu dan Laiba serta pembangunan jaringan tersier.

Hal ini tidak bisa dihindari oleh petani, tapi ada beberapa hal yang mesti diterapkan agar sawah terhindar dari kekeringan.

Petani, lanjut Anwar, harus megatur pola tanam dan penggunaan benih yang tidak membutuhkan air banyak. Namun sejauh ini kebanyakan petani punya pandangan sendiri dengan memprediksi musim hujan akan segera turun.

Petani harusnya lebih memperhatikan kondisi cuaca yang sudah diprediksi oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG). Data BMKG kemarau panjang saat ini merupakan kejadian luar biasa yang disebut elnino Godzila. (B/ST)

 

Laporan: Nasrudin

Editor: Muhamad Taslim Dalma

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan
Jadikan Sultratop.com sumber preferensi berita Anda.
Sumber Terverifikasi Kelola Preferensi →
  • Bagikan