SULTRATOP.COM, MUNA BARAT – Setelah vakum selama tujuh tahun, Pemerintah Kecamatan Wadaga, Kabupaten Muna Barat, kembali menggelar pekan olahraga dan seni dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Muna Barat, Ali Basa, di lapangan sepak bola Desa Lailangga, Kecamatan Wadaga, Sabtu (8/8/2026) sore. Kembalinya kegiatan ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, sekaligus menumbuhkan semangat persatuan melalui olahraga dan seni.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan devile yang melibatkan barisan marching band SMA Negeri 1 Lawa, TK/PAUD, SD dan SMP se-Kecamatan Wadaga, SMA/SMK di wilayah Wadaga, Puskesmas Lailangga serta barisan dari setiap desa se-Kecamatan Wadaga.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Muna Barat Ali Basa memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Wadaga, panitia dan masyarakat yang telah menginisiasi kembali pelaksanaan pekan olahraga dan seni setelah cukup lama tidak digelar.
Menurutnya, peringatan HUT Kemerdekaan RI tidak semestinya hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat.
“Kegiatan seperti ini menjadi salah satu cara kita mengisi kemerdekaan. Selain menyehatkan, olahraga dan seni juga dapat mempererat silaturahmi serta kebersamaan masyarakat. Apalagi, kegiatan seperti ini sudah lama tidak dilaksanakan,” kata Ali Basa.
Ketua DPC PDIP Muna Barat itu mengatakan, kegiatan olahraga dan seni tidak hanya bertujuan untuk mencari pemenang dalam setiap pertandingan maupun perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus membangun kebersamaan di tengah masyarakat.
Terlebih, kata dia, peringatan HUT Kemerdekaan RI harus diisi dengan berbagai kegiatan positif yang mampu menumbuhkan semangat persatuan dan gotong royong.
“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kegiatan-kegiatan positif. Salah satunya melalui olahraga dan seni seperti yang kita laksanakan hari ini,” tuturnya.
Karena itu, mantan Sekda Muna tersebut mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Wadaga menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai kesempatan untuk memperkuat persatuan dan gotong royong.
Ia mengatakan, semangat perjuangan para pendahulu bangsa harus terus diwariskan kepada generasi penerus melalui berbagai kegiatan positif yang mampu membangun kebersamaan.
“Jadi, olahraga, seni dan budaya ini memiliki peran penting dalam menjaga identitas daerah. Karena itu, generasi muda perlu diberikan ruang untuk mengenal, mengembangkan dan melestarikan berbagai kesenian serta budaya yang ada di daerah. Potensi mereka harus terus kita dorong agar bisa berkembang dan menghasilkan prestasi,” ucapnya.
Sementara itu, Camat Wadaga Zailin mengungkapkan bahwa dirinya belum genap satu tahun menjabat sebagai Camat Wadaga sejak dilantik.
Namun, sejak menjabat, masyarakat kerap mempertanyakan kapan kegiatan olahraga dan seni dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI kembali dilaksanakan di Kecamatan Wadaga.
“Sekitar tujuh tahun lamanya, kegiatan pekan olahraga dan seni di Kecamatan Wadaga tidak dilaksanakan. Untuk itu, dalam menjawab kerinduan dari masyarakat Wadaga, kami (Pemerintah Kecamatan Wadaga) melaksanakan kegiatan olahraga dan seni ini,” jelasnya.
Zailin mengatakan, berbagai perlombaan digelar dalam pekan olahraga dan seni tersebut. Di antaranya sepak bola, bola voli, bulu tangkis, tarik tambang, domino, song, kereta balon, kalego, gerak jalan indah, devile, rambi wuna dan pidato bahasa Muna.
Ia berharap seluruh masyarakat Kecamatan Wadaga dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan aman, tertib serta tetap menjunjung tinggi sportivitas.
Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, menurut Zailin, kegiatan tersebut diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku UMKM di Kecamatan Wadaga.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menggelorakan semangat juang dalam membangun Muna Barat menuju Liwu Mokesa, Tumbuh, Sehat dan Keren.
“Khususnya Kecamatan Wadaga ini bagaimana secara bersama-sama dibangun sehingga ada perubahan-perubahan yang signifikan,” tuturnya.
Selain berbagai cabang olahraga dan seni, Zailin memberikan perhatian khusus terhadap lomba pidato bahasa Muna. Menurutnya, perlombaan tersebut penting sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan bahasa daerah.
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil riset Balai Bahasa Sultra, bahasa Muna merupakan salah satu bahasa daerah yang terancam punah.
“Bahasa Muna ini sebagai media pemersatu Suku Muna, juga menjadi identitas orang Muna. Sangat bangga rasanya, jika kita sedang berada di luar daerah dan mendengar orang berbicara dengan bahasa Muna,” ujarnya.
Karena itu, Zailin berharap bahasa Muna ke depan dapat menjadi salah satu muatan lokal (Mulok) di Sulawesi Tenggara. Ia bahkan mendorong penggunaan bahasa Muna dapat diperluas dalam lingkungan pemerintahan daerah.
“Untuk itu, ia berharap ke depan akan menjadi salah satu muatan lokal (Mulok) di Sultra. Bahkan, mungkin bisa di setiap kantor OPD bisa berbicara dengan menggunakan bahasa Muna,” harapnya.
Dengan kembali digelarnya pekan olahraga dan seni setelah tujuh tahun vakum, Pemerintah Kecamatan Wadaga berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, mengembangkan potensi generasi muda, melestarikan budaya daerah serta menggerakkan perekonomian masyarakat.
Pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Muna Barat Ibrahim Rasimu, anggota DPRD Muna Barat Baitul Makmur, Sekretaris DPRD Muna Barat Razilu Kaaka, Kapolsek Lawa Ipda Jaman, perwakilan Koramil Lawa, seluruh kepala desa se-Kecamatan Wadaga, tokoh masyarakat dan sejumlah undangan lainnya. (*/ST)
Laporan: Adin
Editor: Muhamad Taslim Dalma


















