SULTRATOP.COM, MAKASSAR – Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) terus memperkuat kontribusinya di bidang pendidikan melalui program Astra Motor School, sebuah kelas industri yang dirancang untuk mendekatkan pembelajaran siswa SMK dengan kebutuhan dunia kerja.
Program tersebut menyasar sekolah-sekolah binaan Asmo Sulsel, khususnya siswa jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM). Melalui pembelajaran berbasis industri, siswa tidak hanya mendapatkan materi teori di sekolah, tetapi juga kesempatan memperoleh pengalaman praktik secara langsung di jaringan bengkel resmi Honda atau Astra Honda Authorized Service Station (AHASS).
Dalam pelaksanaannya, siswa mendapatkan pengalaman praktik di AHASS selama masa pendidikan tiga tahun. Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis sekaligus memperkenalkan siswa terhadap standar kerja yang diterapkan di industri sepeda motor.
Dengan pola pembelajaran tersebut, lulusan diharapkan memiliki kompetensi yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri. Selain berpeluang bekerja sebagai teknisi, siswa juga diharapkan memiliki bekal untuk mengembangkan usaha bengkel secara mandiri.
SMKN 1 Rangas, Sulawesi Barat, menjadi sekolah pertama yang menerapkan program Astra Motor School. Kerja sama antara Asmo Sulsel dan sekolah tersebut telah berlangsung selama sekitar satu tahun, sejak 2025 hingga saat ini.
Program yang dijalankan mencakup pembelajaran serta pengalaman praktik yang diselaraskan dengan kebutuhan industri. Siswa juga mendapatkan kesempatan mengenal secara langsung lingkungan kerja di jaringan bengkel resmi Honda.
Technical Service Manager Asmo Sulsel, Anton Prihatno, mengatakan pelaksanaan Astra Motor School di SMKN 1 Rangas menunjukkan hasil positif. Salah satu indikatornya terlihat dari jumlah lulusan yang terserap ke jaringan bengkel resmi Honda.
“Program ini kami anggap berhasil dengan melihat tingginya angka siswa SMKN 1 Rangas yang terserap di jaringan bengkel resmi Honda. Jika dipresentasikan, angkanya menyentuh 60% dari jumlah alumni 2025 jurusan Teknik Sepeda Motor di sekolah tersebut,” ujar Anton.
Selain memperkuat kompetensi teknis siswa, program Astra Motor School juga memiliki sejumlah tujuan lain. Di antaranya memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengikuti pengalaman magang selama satu tahun secara berkelanjutan, mendukung proses rekrutmen mekanik yang memiliki kompetensi sesuai standar industri, serta mempererat hubungan antara sekolah dan dunia industri.
Program ini juga diarahkan untuk menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan standar Honda. Dengan demikian, materi pembelajaran dan keterampilan yang diperoleh siswa dapat semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Asmo Sulsel Siapkan Perluasan Program
Region Head Asmo Sulsel, Jeffry Mei Gamastra, mengatakan dukungan terhadap dunia pendidikan menjadi salah satu bagian dari kontribusi perusahaan kepada masyarakat di wilayah operasionalnya.
“Kami melihat pendidikan sebagai salah satu fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten. Melalui Astra Motor School, kami ingin membantu mempertemukan kebutuhan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri, sehingga siswa tidak hanya mendapatkan ilmu di sekolah, tetapi juga memiliki pengalaman dan keterampilan yang relevan ketika memasuki dunia kerja,” ungkap Jeffry.
Ke depan, Asmo Sulsel berencana mengembangkan Astra Motor School ke lebih banyak SMK binaan di wilayah operasionalnya yang mencakup Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Ambon.
Saat ini, Asmo Sulsel tercatat memiliki 98 SMK binaan yang menjadi sasaran pengembangan program tersebut. Perluasan Astra Motor School diharapkan dapat membuka akses pembelajaran berbasis industri bagi lebih banyak siswa SMK.
Melalui program tersebut, Asmo Sulsel berharap siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan teknis selama berada di bangku sekolah, tetapi juga memiliki pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk memasuki industri sepeda motor Honda setelah lulus. (—)

















