SULTRATOP.COM, MUNA BARAT – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap warga yang tertimpa musibah. Dua korban kebakaran di Desa Wakontu, Kecamatan Wadaga, akan mendapat bantuan pembangunan kembali rumah serta modal usaha dari pemerintah daerah.
Bantuan tersebut disampaikan La Ode Darwin saat mengunjungi kediaman Amsar (42) dan Wa Ode Pelona (72), dua warga yang rumahnya ludes terbakar, Rabu (9/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, La Ode Darwin didampingi Ketua DPRD Muna Barat La Ode Rafiudin dan Sekda Muna Barat Ibrahim Rasimu. Selain melihat langsung kondisi rumah korban yang hangus terbakar, bupati juga menyerahkan bantuan uang tunai dari kantong pribadinya serta sejumlah kebutuhan pokok.
La Ode Darwin juga berdialog langsung dengan kedua korban untuk mengetahui kondisi mereka pascakebakaran. Ia memastikan pemerintah daerah akan hadir membantu meringankan beban warga yang sedang menghadapi musibah.
“Kita akan membangunkan kembali rumah anak dan ibu yang menjadi korban kebakaran di Desa Wakontu ini. Untuk pembangunan kembali kedua rumah mereka, kita siapkan Rp50 juta, masing-masing rumah mendapatkan Rp25 juta,” kata La Ode Darwin.

Tidak hanya rumah, pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan untuk memulihkan perekonomian keluarga korban.
Untuk Amsar, pemerintah menyiapkan Rp20 juta sebagai modal usaha agar keluarga tersebut dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi setelah kehilangan harta benda akibat kebakaran.
“Untuk korban anaknya (Amsar), kita siapkan Rp20 juta sebagai modal usaha. Jadi, total kita siapkan Rp70 juta,” ujarnya.
La Ode Darwin menjelaskan, anggaran pembangunan kembali rumah kedua korban akan bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) yang melekat pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muna Barat.
Sementara itu, bantuan modal usaha akan dialokasikan melalui Dinas Sosial Muna Barat.
“Insyaallah, secepatnya bantuan ini kita akan salurkan. Untuk modal usaha ini diberikan dalam bentuk barang, bukan uang tunai. Tinggal korban mengusulkan saja barang-barang yang menjadi kebutuhannya dalam melanjutkan usahanya nanti,” tuturnya.
Menurut Darwin, musibah kebakaran tersebut merupakan kejadian yang tidak dapat diprediksi. Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di tengah kondisi cuaca panas.
Ia meminta masyarakat memastikan instalasi listrik, penggunaan peralatan rumah tangga, serta sumber api di sekitar rumah dalam kondisi aman.
“Dua bulan terakhir ini, sudah ada 12 rumah warga di Muna Barat mengalami musibah kebakaran. Dan ini menjadi fokus perhatian pemerintah daerah,” ucapnya.
Muna Barat Kekurangan Armada Pemadam Kebakaran
Tingginya kejadian kebakaran juga menjadi perhatian pemerintah daerah karena Muna Barat masih kekurangan armada pemadam kebakaran.
Darwin mengakui, saat ini pemerintah daerah baru memiliki satu unit mobil pemadam kebakaran sehingga penanganan di lapangan belum maksimal.
Karena itu, pemerintah daerah berencana memprioritaskan pengadaan mobil pemadam kebakaran pada 2027 apabila terdapat kelonggaran anggaran.
Darwin mengatakan, berdasarkan informasi dari pihak penyedia, satu unit mobil pemadam kebakaran diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp1,4 miliar.
“Kita sudah mendapat informasi dari pihak penyedia, satu unit mobil damkar itu sekitar Rp1,4 miliar. Pemerintah daerah akan menyiapkan mobil damkar di tiga wilayah besar, yakni Kusambi Raya, Lawa Raya dan Tiworo Raya,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Muna Barat, Muhammad Naazirun, mengatakan pihaknya terus melakukan penanganan terhadap dua warga yang terdampak kebakaran di Desa Wakontu.
Menurutnya, kondisi kedua korban pascakebakaran memang membutuhkan perhatian karena mereka kehilangan tempat tinggal sekaligus seluruh barang berharga yang dimiliki.
“Pemerintah daerah turun langsung melihat kondisi para korban dan menyerahkan bantuan sembako dan lainnya,” kata Naazirun.
Naazirun menambahkan, sesuai instruksi Bupati Muna Barat La Ode Darwin, pemerintah daerah akan membantu membangun kembali dua rumah warga yang menjadi korban kebakaran.
Ia menjelaskan, besaran bantuan tersebut disesuaikan dengan kondisi rumah dan tingkat kerusakannya. Dalam musibah kebakaran di Wakontu, kedua rumah korban mengalami kerusakan total. (*)
Laporan: Adin
Editor: Jumriati


















