SULTRATOP.COM, MUNA – Pemerintah Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali mengaktifkan Stadion Paelangkuta yang pernah menjadi ikon kebanggaan sekaligus pusat kegiatan olahraga masyarakat.
Stadion yang dibangun pada masa kepemimpinan La Ode Kaimoeddin periode 1974–1981 ini dihidupkan kembali sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan olahraga sepak bola. Langkah ini juga diambil karena Stadion Motewe yang baru dibangun tersandung kasus korupsi yang menyeret sejumlah kepala dinas aktif.
Wakil Bupati Muna, Asrafil, mengatakan Stadion Sepak Bola Paelangkuta yang telah terbengkalai selama belasan tahun akan difungsikan kembali sebagai fasilitas olahraga dan pusat aktivitas masyarakat.
Oleh karena itu, Stadion Paelangkuta kini masuk dalam rencana revitalisasi Pemerintah Kabupaten Muna dengan estimasi anggaran mencapai Rp1 miliar.
“Stadion kebanggaan masyarakat Muna ini sudah lama tidak dimanfaatkan. Padahal, selama ini kita sangat kekurangan stadion olahraga dengan kapasitas besar,” ujar Asrafil, Kamis (23/4/2026).
Pemanfaatan Stadion Paelangkuta juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam melanjutkan pembangunan fisik di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Selain itu, pemerintah turut mengoptimalkan bangunan lama lainnya seperti Gedung Wamelai.
Asrafil menambahkan, langkah ini juga sejalan dengan program kebersihan di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) yang telah diterapkan di seluruh instansi sebagai bagian dari upaya dalam penilaian Adipura.
Ia juga menyebutkan bahwa dirinya bersama Bupati Muna, Bachrun, telah meninjau sejumlah bangunan lama, seperti Gedung Wamelai dan Stadion Paelangkuta.
“Gedung Wamelai juga akan dimanfaatkan sebagai gedung kesenian, tempat wisuda, dan pertemuan,” ujarnya.
Pemanfaatan Stadion Paelangkuta juga dipersiapkan untuk mendukung Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sulawesi Tenggara 2026 yang akan digelar di Kota Kendari pada November mendatang. (B/ST)
Laporan: Nasrudin










