3 June 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Ironi Proyek Internet Desa di Muna: Menara BTS Rp2,4 Miliar Berdiri, Sinyal Tetap Nol

  • Bagikan
Ironi Proyek Internet Desa di Muna: Menara BTS Rp2,4 Miliar Berdiri, Sinyal Tetap Nol
Karikatur proyek menara BTS senilai Rp2,4 miliar di Kabupaten Muna yang tak kunjung difungsikan padahal telah berdiri sejak 2022. (Gambar: Google AI)

SULTRATOP.COM, MUNA – Proyek pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS) senilai Rp2,4 miliar di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), justru menyisakan ironi. Meski empat menara telah berdiri sejak 2022 melalui dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), hingga kini fasilitas yang digadang-gadang menjadi solusi keterbatasan akses internet di desa itu belum juga berfungsi alias mangkrak.

Alih-alih menikmati jaringan dari BTS yang dibangun pemerintah daerah, warga di beberapa desa masih mengandalkan sinyal milik provider seluler seperti Telkomsel dan XL untuk berkomunikasi maupun mengakses internet.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

Empat menara tersebut tersebar di Desa Bangunsari, Kecamatan Lasalepa; Desa Lakarama, Kecamatan Towea; Desa Moolo, Kecamatan Batukara; serta Desa Leumetingki, Kecamatan Pasirputih.

BTS itu awalnya dibangun sebagai hotspot area publik untuk membantu masyarakat di wilayah yang minim akses internet. Menara ini dirancang sebagai infrastruktur telekomunikasi nirkabel yang memfasilitasi komunikasi antara perangkat seluler (ponsel) dan jaringan operator.

Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Informatika Kabupaten Muna, Haidar, mengatakan pemerintah daerah sebenarnya telah berupaya mengaktifkan menara tersebut. Pada 2023 lalu, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan sejumlah provider seluler agar jaringan dari BTS tersebut dapat dimanfaatkan.

Namun hingga kini, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Pemerintah daerah bahkan berencana mengalihfungsikan BTS tersebut agar bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain.

“Namun kita perlu persetujuan dari DPRD Muna,” terang Haidar.

Ia menjelaskan, untuk menunjang operasional BTS tersebut, pemerintah daerah juga telah membeli mesin genset senilai Rp200 juta sejak 2023 lalu guna mengaliri listrik ke empat menara itu.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Moolo yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa sejak dibangun hingga saat ini BTS di wilayahnya belum pernah berfungsi.

“Kita di sini sehari-harinya gunakan jaringan milik Telkomsel. Kalau dari pemancar yang dibangun Pemda Muna tidak berfungsi,” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan warga Desa Bangunsari. Ia mengaku, masyarakat setempat masih mengandalkan jaringan dari provider seluler seperti Telkomsel dan XL untuk kebutuhan komunikasi dan akses internet. (A/ST)

 

Laporan: Nasrudin

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan