SULTRATOP.COM, KENDARI – Pengurus Masjid Al-Alam Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031 resmi dikukuhkan oleh Gubernur Sultra Andi Sumangerukka, dengan H. Akhmad Aljufri dipercaya sebagai ketua.
Pengukuhan tersebut berlangsung di Masjid Al-Alam Kendari, Rabu (23/9/2026).
Dalam kepengurusan tersebut, H. Akhmad Aljufri ditetapkan sebagai Ketua, didampingi Drs. H. Ryha Madi sebagai Wakil Ketua I, Dr. H. Musadar Mappasomba, SP., MP. sebagai Wakil Ketua II, dan Prof. Dr. H. Nur Alim, M.Pd. sebagai Wakil Ketua III.
Untuk unsur sekretariat, Prof. Dr. Kamaruddin, S.Ag., SH., MH. dipercaya sebagai Sekretaris, didampingi H. Saido Bonsai, S.Sos., M.Si., Dr. H. Muhammad Alifuddin, M.Ag., dan H. Daryodi, S.Ag., masing-masing sebagai Wakil Sekretaris I, II, dan III.
Sementara itu, posisi Bendahara dijabat Drs. H. Andi Muh. Toaso, MM., dengan Syamsul Anam, SE., M.AP. sebagai Wakil Bendahara.
Usai pengukuhan, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka (ASR) menyampaikan sejumlah pesan kepada pengurus baru dalam menjalankan amanah pengelolaan Masjid Al-Alam Kendari.

ASR menekankan pentingnya kejujuran dan kebenaran sebagai nilai yang perlu menjadi landasan dalam kehidupan, termasuk dalam menjalankan amanah pengelolaan masjid.
Dalam arahannya, Gubernur ASR mengatakan visi Sultra yang aman, sejahtera, dan religius perlu diwujudkan dengan menguatkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, masjid menjadi salah satu tempat penting untuk membangun dan menanamkan nilai tersebut.
ASR menjelaskan, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi tempat untuk mengajak setiap orang melihat dan menata dirinya. Hal tersebut sejalan dengan ajaran Islam yang mengajarkan kejujuran dan kebenaran sebagai nilai yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut dia, ketulusan dalam menjalankan setiap amanah perlu diawali dengan niat yang baik serta dilandasi nilai-nilai ibadah. Karena itu, kejujuran dan kebenaran perlu menjadi bagian dari setiap langkah dalam kehidupan dan hubungan dengan sesama.
Dia berharap nilai-nilai tersebut juga menjadi dasar bagi pengurus dalam menjalankan amanahnya, sehingga keberadaan masjid dapat memberikan manfaat bagi kepentingan umat.
ASR mengajak pengurus untuk memperkuat fungsi masjid sebagai tempat ibadah sekaligus pembinaan umat. Menurutnya, masjid harus menjadi ruang yang mendorong masyarakat untuk terus memperbaiki diri dan menerapkan nilai-nilai kebaikan.
Selain sebagai tempat ibadah, ASR mengatakan masjid memiliki fungsi sosial yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Karena itu, masjid diharapkan menjadi ruang yang memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan kepedulian sosial tanpa sekat.
Dia juga mengajak pengurus memberikan perhatian kepada generasi muda dan masyarakat dengan mengajarkan keteladanan Nabi Muhammad SAW, termasuk nilai kejujuran dan kebenaran, serta pentingnya bersosialisasi dan bermasyarakat dengan baik.
Bagi ASR, Masjid Al-Alam sebagai salah satu masjid besar di Sultra memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Keberadaannya diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan keagamaan dan sosial yang memberikan manfaat luas bagi umat.
Dia berharap pengukuhan pengurus baru dapat menjadi momentum untuk memperkuat kembali fungsi masjid sebagai tempat ibadah, pembinaan umat, serta pengajaran nilai kejujuran dan kebenaran dalam kehidupan bermasyarakat. (===)
Sumber: Dinas Kominfo Sultra
Editor: Muhamad Taslim Dalma


















