SULTRATOP.COM, KENDARI – Suasana belajar Bahasa Inggris yang biasanya identik dengan grammar, buku dan ruang kelas dibuat berbeda dalam gelaran Vermonia Intensive English Workshop (VIEW) 2026 di Aula Museum Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (20/9/2026).
Sejak pukul 08.30 hingga 12.20 Wita, peserta diajak menikmati Bahasa Inggris melalui konsep fun learning. Bukan hanya menerima materi, mereka ikut bernyanyi, berinteraksi, mengikuti tantangan dan kompetisi, hingga mendengarkan langsung perjalanan para pemateri dalam menguasai Bahasa Inggris.
Vermonia Skills menghadirkan tiga sosok dengan latar belakang berbeda untuk berbagi pengalaman bersama peserta.
Sesi pertama dibuka oleh Mr. Cornelus Wapperoom, native speaker yang membawa konsep Motiv-Action. Interaksi langsung bersama peserta menjadi bagian penting dalam sesi ini. Mereka didorong untuk berani berbicara dan tidak menjadikan kesalahan sebagai alasan untuk berhenti mencoba.
Aktivitas sing together turut membuat suasana workshop semakin hidup. Batas antara pemateri dan peserta dibuat lebih cair sehingga Bahasa Inggris digunakan dalam suasana yang santai dan menyenangkan.
Cerita berbeda hadir pada sesi kedua bersama Amala Rosalind Anjanette, Alumni Sastra Inggris yang kini menjadi CEO muda Hungry Cafe. Dia membagikan perjalanan pribadinya belajar Bahasa Inggris.
Amala menceritakan pengalamannya mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris secara otodidak hingga mendapatkan pengalaman belajar di luar negeri. Cerita tersebut menjadi salah satu pesan kepada peserta bahwa proses menguasai bahasa dapat ditempuh melalui banyak cara, termasuk dengan belajar mandiri dan berani mencari pengalaman baru.
Panggung VIEW kemudian dilanjutkan bersama Iyyho Sr., English Coach, motivator untuk remaja Nomor 1 Asia versi Globe sekaligus penerima MURI Award 2024.
Dalam sesinya, Iyyho Sr. lebih banyak mengajak peserta untuk membuang rasa takut ketika mulai menggunakan Bahasa Inggris. Menurutnya, kemampuan berbahasa tidak akan berkembang jika seseorang hanya menunggu sampai merasa sempurna untuk mulai berbicara.
“Jangan tunggu pintar Bahasa Inggris baru berani bicara. Justru karena kita berani bicara, berani salah dan terus mencoba, kemampuan itu perlahan terbentuk. Di VIEW, kami ingin anak-anak pulang membawa keberanian untuk mulai, bukan pulang dengan beban harus langsung mahir,” ujar Iyyho Sr.
Ia juga mengingatkan peserta bahwa saat ini kesempatan belajar jauh lebih terbuka. Bahasa Inggris dapat dipelajari melalui percakapan sehari-hari, musik, film, media sosial, teknologi hingga berbagai platform pembelajaran digital.
“Anak muda sekarang punya sumber belajar di mana-mana. Jadi Bahasa Inggris jangan hanya menjadi pelajaran yang dikejar nilainya di sekolah. Jadikan sebagai skill yang dipakai, dinikmati dan menjadi bekal untuk membuka lebih banyak kesempatan di masa depan,” tambahnya.
Konsep tersebut terlihat dari rangkaian kegiatan yang disiapkan. Ada sesi berbagi pengalaman, Motiv-Action, bernyanyi bersama, interaksi Bahasa Inggris, kompetisi, hingga berbagai tantangan berhadiah dari Vermonia Skills.
Digerakkan Anak Muda yang Peduli Pendidikan dan Bahasa
Di balik penyelenggaraan VIEW Kendari terdapat kolaborasi pemuda-pemudi yang memiliki perhatian terhadap dunia bahasa dan pendidikan.
Kegiatan ini digerakkan bersama CEO Vermonia Skills Tajirah Umajjah, serta para pengusung acara Abdul Rauf Ahmad, Febriana Putri, dan Nazila Yahya.
Kolaborasi tersebut membawa VIEW hadir di Kendari dengan misi memperluas kesempatan generasi muda untuk memperoleh pengalaman belajar Bahasa Inggris yang lebih menyenangkan dan mudah dijangkau.
Terlebih, workshop VIEW diberikan secara gratis kepada siswa di Sulawesi Tenggara. Program tersebut juga memperoleh dukungan Dinas Pendidikan melalui pemberian rekomendasi kepada Vermonia Skills sehingga membantu akses sosialisasi kegiatan kepada sekolah dan pelajar.
Bagi Vermonia Skills, kemampuan ekonomi seharusnya tidak menjadi pembatas bagi seorang pelajar untuk memperoleh pengalaman mengikuti kegiatan Bahasa Inggris yang berkualitas.
Karena itulah peserta dapat mengikuti kegiatan utama tanpa biaya. Sementara bagi mereka yang ingin melanjutkan proses belajar setelah workshop, panitia menyediakan fasilitas tambahan yang sifatnya opsional.
Fasilitas tersebut berupa paket berbayar dengan biaya terjangkau yang memberikan akses selama satu tahun ke sistem pembelajaran online Vermonia Skills melalui vermoniaskills.com.
Vermonia Skills juga memperkenalkan aplikasi chat penunjang Bahasa Inggris dengan dua fitur utama, yakni auto translate dan grammar correction, yang tersedia bagi pengguna Android melalui Play Store maupun pengguna iPhone melalui App Store.
Kehadiran sarana digital tersebut diarahkan sebagai pendamping bagi peserta yang ingin tetap berlatih setelah kegiatan tatap muka selesai, bukan sebagai syarat untuk mengikuti workshop gratis.
VIEW Kendari 2026 akhirnya membawa pesan sederhana: belajar Bahasa Inggris tidak harus dimulai dengan rasa takut terhadap kesalahan.
Melalui interaksi dengan native speaker, cerita pengalaman belajar secara otodidak, motivasi, musik, permainan dan kompetisi, peserta diperkenalkan pada pengalaman belajar yang lebih dekat dengan dunia mereka.
Bagi Vermonia Skills, inilah semangat “Fun English, Stress Free” yang membuka akses belajar seluas mungkin dan membuat Bahasa Inggris menjadi pengalaman yang seru untuk dicoba, bukan sesuatu yang harus ditakuti. (===)
Sumber: Vermonia Skills
Editor: Muhamad Taslim Dalma





















