SULTRATOP.COM, MAKASSAR – Perjuangan jemaah calon haji asal Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Maulidi, untuk menunaikan ibadah haji akhirnya membuahkan hasil. Setelah sempat menjalani operasi akibat infeksi pada kaki dan terancam gagal berangkat, Maulidi kini dipastikan bertolak menuju Tanah Suci bersama Kloter 39 melalui Embarkasi Makassar pada Selasa (19/5/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Tenggara (Sultra), Muhammad Lalan Jaya mengatakan, kondisi kesehatan Maulidi terus menunjukkan perkembangan positif setelah mendapatkan perawatan intensif di Makassar.
“Maulidi sudah siap diberangkatkan bersama Kloter 39. Setelah tiba di Makkah dan menyelesaikan umrah wajib, nanti akan kembali bergabung dengan rombongan asal Sultra di Kloter 34,” kata Muhammad Lalan Jaya.
Keberangkatan Maulidi menggunakan kursi kosong yang tersedia di Kloter 39. Kursi tersebut sebelumnya menjadi hak seorang jemaah asal Kabupaten Wajo yang meninggal dunia di rumah sebelum memasuki embarkasi.
Menurut Lalan Jaya, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar tidak lagi memungkinkan melakukan penggantian melalui jemaah cadangan karena proses administrasi keberangkatan sudah memasuki tahap akhir.
“Visa dan sistem Nusuk sudah ditutup menjelang batas akhir operasional pemberangkatan. Karena itu, kursi kosong tersebut dimanfaatkan untuk memberangkatkan Maulidi,” jelasnya.
Kepastian itu sekaligus mengakhiri kekhawatiran keluarga dan rombongan jemaah Sultra. Sebab sebelumnya Maulidi sempat diprediksi mengalami penundaan keberangkatan akibat kondisi kesehatannya yang membutuhkan penanganan serius.
Jemaah yang awalnya tergabung dalam Kloter 34 itu sempat menjalani tindakan medis di RS Tajuddin Chalid, Jalan Paccerakang, Makassar, setelah tim kesehatan menemukan adanya infeksi pada bagian kaki.
Masalah tersebut diketahui menjelang keberangkatan menuju Embarkasi Makassar. Saat itu, Maulidi mengalami demam disertai pembengkakan pada kaki. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan masih terdapat paku yang menempel di bagian kaki dan luka sudah mengalami infeksi hingga bernanah.
Sebelum diterbangkan ke Makassar, Maulidi sempat mendapat penanganan awal rumah sakit di Konsel. Tim medis membersihkan luka infeksi dan memberikan suntikan anti tetanus agar kondisinya stabil untuk perjalanan.
Namun setelah tiba di Embarkasi Makassar, pemeriksaan lanjutan memperlihatkan pembengkakan masih terjadi dan infeksi belum sepenuhnya pulih. Tim kesehatan akhirnya memutuskan melakukan tindakan operasi untuk mencegah infeksi semakin meluas.
Selain luka pada kaki, Maulidi juga diketahui memiliki riwayat penyakit gula meski belum dalam kondisi berat. Faktor tersebut menjadi pertimbangan utama dokter untuk mempercepat penanganan medis.
Setelah beberapa hari menjalani perawatan dan operasi, kondisi Maulidi berangsur pulih. Setibanya di Makkah nanti, Maulidi akan langsung menjalankan umrah wajib sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji sebelum kembali bergabung dengan rombongan Kloter 34 asal Sultra. (B/ST)
Kontributor: Ismu Samadhani
Editor: Muhamad Taslim Dalma



















