SULTRATOP.COM, MAKASSAR – Seorang jemaah calon haji asal Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) terpaksa mendapat penanganan medis intensif setelah mengalami gangguan kesehatan jelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Jemaah tersebut bernama M. Basir Djalang (73) yang tergabung dalam Kloter 35 jemaah haji Sultra. Awalnya, ia menjalani pemeriksaan dan penanganan kesehatan di Poliklinik Embarkasi Makassar pada Sabtu (16/5/2026) sebelum akhirnya dirujuk ke RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sultra, Muhammad Lalan Jaya, mengatakan jemaah tersebut mengalami keluhan tidak bisa buang air kecil setelah tiba di embarkasi.
“Awalnya beliau mengeluh tidak bisa kencing. Setelah ditangani tim kesehatan Embarkasi Makassar, alhamdulillah sudah dilakukan tindakan pemasangan kateter dan keluhannya sudah teratasi,” ujar Muhammad Lalan Jaya.
Meski kondisi jemaah mulai membaik, pihak medis masih melakukan pemantauan intensif terhadap kesehatannya di rumah sakit. Menurut Muhammad Lalan Jaya, saat ini M. Basir masih menjalani masa pemulihan dan beristirahat agar kondisinya benar-benar stabil sebelum dinyatakan layak terbang.
“Sekarang sementara pemulihan, istirahat dan tidur. Kondisinya memang belum terlalu pulih, tapi kami terus memberikan semangat dan motivasi. Beliau tadi mengatakan insyaallah masih ingin berangkat,” katanya.
Lalan Jaya mengungkapkan, berdasarkan informasi dari tim Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) dan pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), jemaah tersebut sempat merasa putus asa ketika dibawa ke klinik dan tidak ingin berangkat.
Namun setelah diberi pendampingan dan motivasi, kondisi psikologis jemaah mulai membaik. Pihak Kemenhaj Sultra menduga kondisi tersebut dipengaruhi faktor stres dan kurangnya asupan cairan selama perjalanan.
“Kami minta beliau bersabar dan terus berdoa. Mungkin beliau sempat stres karena sebelumnya saat pemeriksaan awal semua berjalan baik, lalu tiba-tiba muncul keluhan tidak bisa buang air kecil,” jelasnya.
Dari hasil informasi tim kesehatan Kolaka Utara, keluhan itu diduga dipicu kurangnya konsumsi air minum sehingga menyebabkan gangguan pada saluran kemih.
Sementara itu, Kloter 35 dijadwalkan dilepas dari Embarkasi Makassar sekitar pukul 11.45 WITA dan bertolak menuju Makkah pukul 16.45 WITA melalui Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Muhammad Lalan Jaya memastikan pihaknya tidak akan memaksakan keberangkatan jemaah apabila kondisi kesehatannya belum memungkinkan untuk terbang.
“Kalau memang belum layak terbang, nanti tim Siskohat akan mengatur penempatannya di kloter berikutnya. Yang penting beliau harus pulih dan sehat dulu,” tegasnya.
Ia menyebut peluang keberangkatan masih terbuka karena masih terdapat sejumlah kloter keberangkatan haji berikutnya, mulai Kloter 36 hingga Kloter 43.
“Nanti kalau sudah sehat bisa diberangkatkan di kloter selanjutnya, lalu bergabung kembali dengan rombongannya di Makkah,” tutupnya. (B/ST)
Kontributor: Ismu Samadhani



















