SULTRATOP.COM, MUNA BARAT – Menjelang mutasi dan rotasi pejabat aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muna Barat, sebuah fenomena lama kembali mendapat sorotan dari Bupati La Ode Darwin.
Dia mengungkap, setiap kali kabar pergeseran jabatan mulai berembus, rumah jabatan (rujab) bupati mendadak ramai dikunjungi ASN. Namun, keramaian itu sering kali hanya berlangsung hingga pelantikan selesai.
Setelah jabatan didapat, sebagian wajah yang sebelumnya rajin bersilaturahmi justru perlahan menghilang dari peredaran. Menurutnya, fenomena tersebut hampir selalu berulang setiap kali ada agenda perombakan jabatan.
“Kita ini, kalau sudah dengar mutasi mulai ramai lagi di rujab, banyak yang manuver. Tetapi, setelah dilantik pejabat tersebut mulai tidak muncul-muncul lagi di rujab,” ujar Darwin.
Di tengah sindiran tersebut, Darwin memastikan mutasi pejabat eselon III dan IV akan kembali digelar dalam dua hingga tiga pekan ke depan sebagai bagian dari upaya penyegaran birokrasi dan pengisian sejumlah jabatan yang masih kosong.
Pernyataan itu disampaikan La Ode Darwin usai melantik Sekretaris Daerah (Sekda) dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Aula Setda Muna Barat, Kamis (4/6/2026). Ia menegaskan bahwa penyegaran birokrasi merupakan hal yang lumrah dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik serta memperkuat kinerja OPD.
“Dua atau tiga minggu ke depan, saya kembali akan lakukan mutasi pejabat eselon 3 dan 4. Saya sudah meminta BKPSDM Muna Barat mulai dari sekarang menyusun nama-nama mutasi berikutnya. Termasuk juga ada tiga jabatan yang kosong akan dilakukan lelang lagi,” kata La Ode Darwin.
Ketua DPD Golkar Sultra itu menjelaskan, mutasi dan rotasi yang akan dilakukan salah satunya untuk mengisi sejumlah jabatan yang kini lowong. Kekosongan tersebut muncul setelah pejabat yang sebelumnya menduduki posisi sekretaris maupun kepala bagian mendapat promosi ke jabatan eselon II.
“Saat ini banyak jabatan, baik eselon 3 yang kosong. Saya upayakan dua atau tiga minggu ke depan melakukan pelantikan,” ujarnya.
Meski banyak manuver jelang mutasi, pria yang akrab disapa DW itu meminta seluruh ASN agar tidak larut dalam berbagai spekulasi terkait mutasi dan promosi jabatan. Ia mengingatkan bahwa yang menjadi pertimbangan utama adalah kinerja dan kemampuan menjalankan tugas.
“Jadi, para ASN tidak perlu sibuk mencari informasi atau melakukan manuver. Yang paling penting adalah bekerja dengan baik dan menunjukkan kinerja. Semua akan dinilai secara objektif,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam menentukan komposisi pejabat yang akan ditempatkan pada jabatan tertentu, dirinya akan meminta masukan dari Sekda Muna Barat. Pertimbangan tersebut diperlukan untuk memastikan pejabat yang dipilih benar-benar mampu bekerja sesuai kebutuhan organisasi.
“Apakah pejabat tersebut bisa bekerja atau tidak di tempat yang ditunjukkan,” tutupnya. (*/ST)
Laporan: Adin
Editor: Muhamad Taslim Dalma



















