18 July 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Bupati Muna Barat Panen Raya Padi Inpari 32, Targetkan Produksi Beras Terus Meningkat

  • Bagikan
Bupati Muna Barat Panen Raya Padi Inpari 32, Targetkan Produksi Beras Terus Meningkat
Panen Raya - Bupati Muna Barat, La Ode Darwin dengan didampingi Ketua TP PKK Muna Barat, Rhika Purwaningsih Darwin, Plh Sekda Mubar, Ibrahim Rasimu, anggota DPRD Mubar, La Swandi, Kepala Dinas Pertanian Mubar, Nestor Jono, Camat Tikep, Abdul Muin, Kapolsek Tikep, Ipda Baharuddin, Kepala Desa Wulanga Jaya, Rahman dan para petani setempat saat melakukan panen raya padi Inpari 32 yang dilaksanakan di persawahan Desa Wulanga Jaya, Kecamatan Tikep, Kamis (14/5/2026). (Adin/SULTRATOP.COM)

SULTRATOP.COM, MUNA BARAT — Pemerintah Kabupaten Muna Barat (Pemkab Mubar) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian melalui panen raya padi varietas Inpari 32 yang digelar di Desa Wulanga Jaya, Kecamatan Tiworo Kepulauan, Kamis (14/5/2026).

Panen raya tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, didampingi Ketua TP PKK Muna Barat Rhika Purwaningsih Darwin, Plh Sekda Mubar Ibrahim Rasimu, anggota DPRD Mubar La Swandi, Kepala Dinas Pertanian Mubar Nestor Jono, sejumlah pimpinan OPD, Camat Tiworo Kepulauan Abdul Muin, Kapolsek Tikep Ipda Baharuddin, Kepala Desa Wulanga Jaya Rahman, serta para petani setempat.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengatakan sektor pertanian, khususnya tanaman padi, menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, program tersebut juga sejalan dengan program pemerintah pusat dan provinsi dalam menyukseskan ketahanan pangan.

La Ode Darwin menjelaskan varietas padi Inpari 32 memiliki potensi produksi yang baik dan cocok dikembangkan di wilayah Muna Barat karena mampu menghasilkan panen tinggi serta tahan terhadap sejumlah hama tanaman.

Pemerintah daerah, ujarnya, akan terus mendukung sektor pertanian melalui bantuan bibit unggul, pupuk, alat mesin pertanian (alsintan), hingga pembangunan infrastruktur pertanian. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan produksi beras dan tentunya kesejahteraan petani.

Ketua DPD I Golkar Sultra itu menambahkan, sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto, pemerintah saat ini tengah memaksimalkan ketahanan pangan di seluruh daerah, termasuk di Muna Barat. Hal tersebut, kata dia, sejalan dengan visi dan misinya bersama Ali Basa untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Bupati Muna Barat Panen Raya Padi Inpari 32, Targetkan Produksi Beras Terus Meningkat

“Khusus di Desa Wulanga Jaya dan Sido Makmur, saya melihat sektor pertaniannya sangat menonjol, terutama persawahan. Karena itu, saya meminta seluruh petani di Muna Barat untuk terus memaksimalkan potensi pertanian dengan dukungan pemerintah pusat, provinsi, dan daerah,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa DW itu juga mengungkapkan bahwa pada 2026, Muna Barat mendapat bantuan program cetak sawah dari Kementerian Pertanian seluas 2.200 hektare. Namun, berdasarkan data sementara, baru sekitar 1.100 hektare lahan yang tersedia.

Ia mengajak masyarakat Muna Barat yang masih memiliki lahan tidur dengan legalitas yang jelas agar melaporkannya kepada instansi terkait untuk dimanfaatkan dalam program cetak sawah. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mendorong terwujudnya swasembada beras di Muna Barat.

DW mengaku stok beras di Muna Barat pada 2025 hingga 2026 telah melampaui target swasembada. Ia juga telah berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk pembangunan Rice Milling Unit (RMU) dan dryer.

Menurutnya, fasilitas pascapanen modern tersebut akan dibangun di Desa Mekar Jaya untuk meningkatkan kualitas gabah sekaligus mempercepat penyerapan hasil panen petani.

“Jadi, petani jagung dan padi tidak lagi kesulitan melakukan pengeringan. Hasil panen tinggal dibawa ke Bulog dan akan ditampung di gudang. Harga gabah juga tetap stabil. Insyaallah gedung Bulog ini dibangun pada 2026 dengan anggaran sekitar Rp138 miliar,” ungkapnya.

Ia berharap keberadaan fasilitas Bulog tersebut dapat mengatasi persoalan pemasaran hasil panen petani di Muna Barat karena seluruh gabah nantinya dapat ditampung.

DW menegaskan bahwa pada 2026, Muna Barat tidak hanya akan mendapatkan bantuan pembangunan gedung Bulog, tetapi juga saluran irigasi, alsintan, pupuk, bibit, pembangunan dam parit, embung, pompa air, dan berbagai bantuan lainnya. Menurutnya, seluruh program tersebut merupakan bagian dari komitmennya bersama Ali Basa dalam membangun ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di Muna Barat.

Sementara itu, Kepala Desa Wulanga Jaya, Rahman, menjelaskan luas area persawahan di desanya mencapai sekitar 158 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 148 hektare yang saat ini dikelola.

Menurutnya, beberapa area belum dimanfaatkan karena terkendala saluran irigasi dan alih fungsi lahan.

“Untuk panen raya ini, jenis padi yang dipanen adalah varietas Inpari 32. Bibit padi tersebut merupakan bantuan dari Bupati Muna Barat untuk para petani di Wulanga Jaya,” pungkasnya. (*/ST)

Laporan: Adin

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan