SULTRATOP.COM, KENDARI – Kapolresta Kendari, Kombes Pol. Safi’i Nafsikin, mempererat hubungan dengan tokoh umat Buddha melalui silaturahmi di Vihara Ratana Dipa, Jalan Haeba Dalam, Kota Kendari, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat toleransi antarumat beragama sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman, damai, dan kondusif.
Kegiatan yang dimulai pukul 13.05 WITA tersebut merupakan bagian dari upaya Polresta Kendari dalam membangun komunikasi, mempererat hubungan kemitraan dengan tokoh agama, serta memperkuat sinergi untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolresta Kendari disambut langsung oleh Pembina Daerah Umat Buddha, Bhikkhu Abayasen, bersama pengurus Daerah Umat Buddha Sulawesi Tenggara dan tokoh umat Buddha Kota Kendari. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban.
Kapolresta Kendari menyampaikan bahwa silaturahmi dengan tokoh agama merupakan salah satu langkah penting untuk memperkuat toleransi, menjaga kerukunan, dan membangun kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.
“Melalui silaturahmi ini, kami ingin mempererat hubungan antara Polri dan tokoh agama sekaligus membangun komunikasi yang baik dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kerukunan dan toleransi antarumat beragama merupakan hal penting yang harus kita jaga bersama demi terciptanya Kota Kendari yang aman, damai, dan harmonis,” ujar Safi’i Nafsikin.
Selain berdialog dengan tokoh agama dan pengurus vihara, Safi’i juga membagikan brosur pelaksanaan Operasi Patuh Anoa 2026 sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama.
Menurut Safi’i, terwujudnya situasi kamtibmas yang kondusif membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama yang memiliki peran penting dalam menumbuhkan nilai-nilai kedamaian, toleransi, dan persatuan.
“Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus dipelihara. Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, setiap potensi gangguan kamtibmas dapat diantisipasi bersama sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dan ibadah dengan aman serta nyaman,” tambahnya.
Polresta Kendari berkomitmen untuk terus mengedepankan pendekatan yang humanis serta memperkuat kemitraan dengan seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun golongan. Upaya ini sejalan dengan komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan silaturahmi tersebut, diharapkan hubungan harmonis antara Polri dan tokoh umat Buddha semakin kuat, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga toleransi, persatuan, dan kondusivitas di Kota Kendari. (B-/ST)
Laporan: Bambang Sutrisno
Editor: Muhamad Taslim Dalma





















