SULTRATOP.COM, KENDARI – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polresta Kendari resmi beroperasi usai diresmikan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, Senin (30/3/2026).
Fasilitas ini bahkan dinilai sebagai yang paling memenuhi standar kelayakan di Sultra dan berpotensi menjadi percontohan bagi daerah lain dalam upaya pemenuhan gizi masyarakat. Peresmian tersebut turut dihadiri Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko.
Dalam kesempatan itu, Andi Sumangerukka (ASR) menegaskan bahwa SPPG Polresta Kendari telah memenuhi kriteria sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN), baik dari sisi konstruksi bangunan hingga pengolahan makanan.
“Di antara semua SPPG yang saya lihat, hanya di sini yang memenuhi standar kelayakan. Kalau bisa ini menjadi percontohan di wilayah Sultra,” ujarnya.
Ia pun mengimbau calon mitra SPPG agar menjadikan dapur milik Polresta Kendari sebagai referensi, mulai dari desain bangunan hingga sistem uji kelayakan makanan, guna memastikan kualitas layanan tetap terjaga dan meminimalisir potensi masalah di lapangan.
Selain itu, SPPG telah tersebar di Bumi Anoa berdasarkan pemetaan wilayah di 17 kabupaten/kota dengan menyasar ibu hamil, balita, dan peserta didik. Ia menilai penerima manfaat baru terverifikasi di angka 600 ribu padahal untuk target sendiri di angka 800 ribu.
Kapolda Sultra, Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko, menjelaskan bahwa peresmian SPPG Polresta Kendari melayani 2.700 penerima manfaat. Untuk Polda Sultra sendiri memiliki 16 SPPG dan yang baru melaksanakan operasional ada 13.
“Duanya masih dalam persiapan kemudian yang satu SPPG-nya akan menyasar wilayah terpencil di Kecamatan Laonti Konawe Selatan. Kita akan segera mengoperasikan yang lain. Alhamdulillahnya penampakan dapur sudah sangat bagus, begitupun peralatannya dari bahan stainless steel (baja tahan karat), jadi tidak mudah berkarat. Setiap makanan akan menjalani tes sebelum dibagikan kepada penerima manfaat,” jelasnya.

Adapun penerima manfaat dari SPPG Polresta Kendari terdiri dari siswa-siswi TK hingga SMA di sekitar SPPG, ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita.
Informasi yang dihimpun, yaitu 20 siswa TK Wekoila, 127 siswa TK Al Nur, 47 siswa TK Darul Fallah, 57 siswa TK Fajar Nur, 23 TK Paud Al Manshurin, 396 siswa SDN 53 Kendari, 645 siswa SD 91 Kendari, 15 siswi SMP Sejahtera, 64 siswa SMA Sejahtera, 578 siswa SMA 11 Kendari, serta 171 tenaga pendidik. (A/ST)
Laporan: Bambang Sutrisno



















