12 August 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Dipicu Saling Ejek, Dua Siswa SMPN 1 Kolaka Utara Adu Jotos di Sekolah

  • Bagikan
Dipicu Saling Ejek, Dua Siswa SMPN 1 Kolaka Utara Adu Jotos di Sekolah
Tangkapan layar sebuah video berdurasi 44 detik memperlihatkan aksi perkelahian dua siswa berseragam Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kolaka Utara (Kolut). Perkelahian tersebut terjadi di area lingkungan sekolah dan disaksikan sejumlah siswa lainnya. (Istimewa)

SULTRATOP.COM, KOLAKA UTARA — Sebuah video berdurasi 44 detik memperlihatkan aksi perkelahian dua siswa berseragam Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kolaka Utara (Kolut). Perkelahian tersebut terjadi di area lingkungan sekolah dan disaksikan sejumlah siswa lainnya.

Dalam video yang beredar, kedua siswa tampak terlibat aksi saling pukul, menendang hingga saling menjambak. Sejumlah siswa yang berada di lokasi terlihat menyaksikan perkelahian tersebut, bahkan beberapa di antaranya terdengar menyoraki aksi kedua siswa itu.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor Agustus 2026

Kepala SMPN 1 Kolaka Utara, Islamiati, membenarkan adanya perkelahian tersebut. Ia mengatakan, kejadian itu berlangsung pada Jumat (7/8/2026), setelah kegiatan kerja bakti di sekolah.

Menurut Islamiati, perkelahian tersebut dipicu persoalan sepele, yakni saling mengejek yang kemudian berujung saling menantang hingga terjadi adu fisik.

“Benar ada yang berkelahi. Kejadiannya hari Jumat setelah kami kerja bakti. Setelah kami interogasi, pemicunya hanya persoalan sepele, saling ejek,” ujar Islamiati, Rabu (12/8/2026).

Ia menjelaskan, perkelahian tersebut tidak diketahui oleh guru karena terjadi di bagian belakang kelas. Selain itu, para siswa yang berada di lokasi disebut tidak berteriak sehingga tidak menarik perhatian guru.

Saat ini, pihak sekolah telah melakukan mediasi terhadap kedua siswa yang terlibat. Masing-masing orang tua siswa juga telah dipanggil ke sekolah untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

‎”Kami sudah mendamaikan. Orang tua kedua siswa juga diundang ke sekolah,” terangnya.

Terkait video perkelahian yang kemudian beredar, Islamiati membenarkan bahwa aksi tersebut direkam oleh salah seorang siswa. Pihak sekolah pun telah memberikan sanksi kepada siswa yang merekam.

Ia menyebut, penggunaan maupun membawa telepon seluler (ponsel) ke lingkungan sekolah sebenarnya telah dilarang. Namun, ponsel tersebut bisa masuk karena siswa yang membawanya datang terlambat sehingga tidak sempat menjalani pemeriksaan.

“Memang yang merekam itu siswa di sini. Kita juga sudah beri sanksi. Mengenai kenapa bisa ada HP di dalam sekolah, karena hari itu dia terlambat sehingga tidak sempat digeledah,” bebernya.

Lebih lanjut, Islamiati menegaskan bahwa pihak sekolah akan meningkatkan pengawasan terhadap siswa untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Ia juga telah mengingatkan seluruh siswa agar tidak melakukan perkelahian. Jika masih ditemukan aksi serupa, sekolah akan memberikan sanksi sesuai aturan tata tertib yang berlaku.

“Saya sudah sampaikan kepada siswa, jika masih ada yang berkelahi, kita akan kurangi poin sesuai aturan tata tertib sekolah,” tandasnya.

Sementara itu, dalam video yang direkam pada Jumat (7/8/2026) tersebut, terlihat dua siswa berseragam SMPN 1 Kolaka Utara terlibat perkelahian. Keduanya tampak saling memukul, menendang dan menjambak hingga salah satu di antaranya terjatuh.

Beberapa siswa lainnya yang mengenakan seragam olahraga terlihat berada di sekitar lokasi dan menyaksikan perkelahian tersebut. Mereka bahkan terdengar menyoraki aksi tersebut.

Dalam rekaman itu, tidak terlihat adanya siswa yang berupaya melerai perkelahian hingga aksi tersebut berlangsung beberapa saat sebelum akhirnya berhenti. (B/ST)

‎Kontributor: Rusman Edogawa
Editor: Jumriati

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan
  • Bagikan