SULTRATOP.COM, KOLAKA UTARA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelontorkan anggaran sebesar Rp1,3 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 untuk merevitalisasi SMA Negeri (SMAN) 1 Tolala, Kabupaten Kolaka Utara.
Bantuan tersebut digunakan untuk membangun satu ruang kelas belajar (RKB) baru, merehabilitasi tiga ruang kelas, serta membangun satu unit toilet guna meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.
Kepala SMAN 1 Tolala, Nadir, membenarkan sekolah yang dipimpinnya menjadi salah satu penerima program revitalisasi satuan pendidikan dari Kemendikdasmen. Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahap pengerjaan dan dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (PPSP) dengan sistem borongan.
Nadir mengaku bersyukur atas bantuan tersebut karena sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan proses pembelajaran di sekolah.
“Alhamdulillah kami mendapat bantuan APBN dari Kemendikdasmen sebesar Rp1,3 miliar lebih. Dari anggaran itu ada pembangunan satu RKB baru, rehabilitasi tiga ruang kelas, dan pembangunan satu unit toilet,” kata Nadir kepada Sultratop, Jumat (24/7/2026).
Ia menjelaskan, selama ini SMA Negeri 1 Tolala masih kekurangan ruang belajar. Selain ruang kantor, sekolah tersebut hanya memiliki enam ruang kelas, sementara jumlah siswa mencapai 141 orang. Akibat keterbatasan itu, aula dan laboratorium terpaksa difungsikan sebagai ruang belajar.
“Jumlah siswa ada 141 orang. Saat ini aula sekolah dan laboratorium juga kami gunakan sebagai ruang belajar. Jadi, dengan adanya tambahan satu RKB ini kami sangat bersyukur karena kapasitas ruang belajar bertambah,” ujarnya.
Meski demikian, proses pembangunan belum berjalan sesuai target. Hingga saat ini progres pembangunan RKB baru mencapai sekitar 30 persen. Menurut Nadir, keterlambatan terjadi karena sulitnya memperoleh material bangunan, ditambah kondisi medan menuju lokasi sekolah yang berada di kawasan perbukitan.
“Pembangunan RKB baru sekitar 30 persen. Kami mengalami keterlambatan karena material sulit didapat. Batu dan pasir bahkan didatangkan dari Sulawesi Selatan,” bebernya.
Melalui program revitalisasi tersebut, Nadir berharap kehadiran ruang kelas baru dan fasilitas yang lebih layak dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Ia optimistis para siswa akan lebih nyaman, fokus, dan termotivasi dalam meraih prestasi. (B/ST)
Kontributor: Rusman Edogawa
Editor: Muhamad Taslim Dalma
















