SULTRATOP.COM, KENDARI – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi membuka Maimo Sultra 2026 sebagai upaya memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di The Park Mall Kendari, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga 9 Agustus 2026 ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk membawa UMKM Sultra menembus pasar ekspor melalui peningkatan kapasitas usaha, percepatan digitalisasi, dan perluasan akses pasar internasional.
Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, mengatakan Maimo Sultra memiliki tiga fokus utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Fokus pertama adalah peningkatan kapasitas UMKM. BI akan terus melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha, termasuk membawa UMKM binaan mengikuti berbagai pameran berskala nasional pada Agustus dan September mendatang.
Pelaku UMKM berbasis syariah juga akan mendapat kesempatan untuk memperluas pasar.
“Kami ingin UMKM Sultra tidak hanya berkembang di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Edwin.
Fokus kedua adalah perluasan digitalisasi transaksi melalui penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Hingga saat ini, jumlah pengguna QRIS di Sultra telah mencapai sekitar 350 ribu pengguna, meningkat 23 persen dibandingkan periode sebelumnya. Jumlah tersebut setara dengan hampir 12 persen dari total penduduk Sulawesi Tenggara.
Menurut Edwin, digitalisasi menjadi instrumen penting untuk meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperluas peluang pendapatan pelaku UMKM.
Fokus ketiga adalah penguatan ekosistem ekspor melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Bea Cukai dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga. Sinergi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Expo Sultra yang diharapkan menjadi ruang promosi produk unggulan daerah ke pasar global.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan Letter of Intent (LoI) ekspor antara perwakilan UMKM dengan Indonesia Eximbank sebagai bentuk komitmen memperluas akses pasar internasional bagi produk-produk unggulan Sultra.
Selain itu, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka turut meresmikan Getra (Gerai Ekspor Sultra) yang mengusung tema “Membuka Gerbang UMKM Menuju Dunia”. Kehadiran Getra diharapkan menjadi pusat pengembangan dan promosi produk ekspor UMKM Sultra.
Dalam sambutannya, Andi Sumangerukka menegaskan bahwa UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak perekonomian daerah. Selain menciptakan lapangan kerja, sektor ini juga menjadi penopang pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Karena itu, pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif menjadi salah satu strategi pembangunan daerah yang diarahkan pada peningkatan daya saing dan produktivitas pelaku usaha.
Ia juga mengapresiasi peran Bank Indonesia yang terus mendorong transformasi digital bagi UMKM melalui pemanfaatan teknologi, sehingga pelaku usaha dapat berkembang lebih cepat dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional
Penyelenggaraan Maimo Sultra menghadirkan beragam kuliner lokal berkualitas. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa produk pangan khas Sultra mampu bersaing dan memiliki cita rasa yang tidak kalah dengan makanan dari daerah lain.
“Harapan ke depan kegiatan seperti ini sering dilakukan agar kita cinta dengan makanan lokal sekaligus menggerakkan ekonomi mikro,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, lanjutnya, juga akan terus memperkuat pembinaan terhadap pelaku UMKM, termasuk mempermudah akses pembiayaan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bersama Bank Sultra.
“Kalau hari ini ada seribu UMKM yang berkembang, harapan kita ke depan bisa bertambah menjadi dua ribu. Salah satu caranya adalah memperluas akses permodalan melalui penyaluran KUR. Dengan dukungan pembinaan dan pembiayaan, UMKM akan semakin kuat sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara,” bebernya. (B/ST)
Laporan: M11
Editor: Jumriati



















