29 July 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Suhu Dingin Melanda Sulawesi Tenggara, Dinkes Imbau Anak, Lansia, dan Ibu Hamil Waspada Penyakit

  • Bagikan
Suhu Dingin Melanda Sulawesi Tenggara, Dinkes Imbau Anak, Lansia, dan Ibu Hamil Waspada Penyakit
Ilustrasi fenomena Suhu dingin yang melanda Sulawesi Tenggara. (Gambar: Google AI)

SULTRATOP.COM, KENDARI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena suhu dingin atau Bediding yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa pekan terakhir.

Perubahan suhu, terutama pada malam hingga pagi hari, berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, bayi, balita, serta penderita penyakit kronis dan gangguan pernapasan.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, Melisca Yuswanty mengatakan, kondisi udara yang lebih dingin dapat memicu penurunan daya tahan tubuh sehingga masyarakat lebih rentan terserang penyakit, terutama infeksi saluran pernapasan seperti batuk dan pilek.

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kesehatan dan mengikuti informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi BMKG, suhu udara yang lebih dingin pada pagi dan malam hari dipengaruhi musim kemarau serta fenomena Bediding yang terjadi akibat penguatan Monsun Australia.

“Setelah kami cek perubahan status cuaca melalui kanal resmi BMKG, bahwa waktu pagi dan malam hari suhu udara akan terasa lebih dingin karena dipengaruhi musim kemarau panjang,” kata Melisca Yuswanty kepada Sultratop.com, Rabu (29/7/2026).

Melisca menyebut, kelompok yang paling rentan terdampak kondisi tersebut meliputi bayi, balita, anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit asma maupun gangguan saluran pernapasan.

Ia mengimbau masyarakat menjaga kebugaran tubuh dengan rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, memenuhi kebutuhan cairan, beristirahat yang cukup, serta mengenakan pakaian hangat saat beraktivitas pada malam hingga dini hari.

“Warga yang memiliki penyakit kronis ataupun gangguan pernapasan sebaiknya tetap rutin melakukan pengobatan secara teratur. Saya juga mengingatkan masyarakat ketika mengalami gejala demam, batuk-pilek segera melakukan pemeriksaan di pusat kesehatan atau rumah sakit terdekat,” jelasnya.

Sebelumnya, BMKG menjelaskan fenomena Bediding terjadi akibat penguatan Monsun Australia yang membawa massa udara kering ke wilayah Indonesia. Kondisi tersebut mengurangi kandungan uap air dan pembentukan awan sehingga panas dari permukaan bumi lebih mudah terlepas ke atmosfer pada malam hari.

Fenomena Bediding merupakan kondisi yang lazim terjadi saat musim kemarau, ketika suhu udara pada dini hari terasa lebih dingin dibandingkan musim hujan. Di Sultra, suhu terendah pada Juli 2026 tercatat mencapai 19,8 derajat Celsius di wilayah Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, pada 12 Juli 2026, dan masih berada dalam kategori normal. (B/ST)

 

Laporan: Bambang Sutrisno

Editor: Muhamad Taslim Dalma

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan