SULTRATOP.COM, KENDARI – Sepekan menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, pusat penjualan seragam sekolah di Mal Mandonga, Kota Kendari, masih belum dipadati pembeli. Para pedagang mengaku penjualan tahun ini jauh lebih lesu dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Stok seragam dan perlengkapan sekolah masih menggunung. Para pedagang dalam kondisi harap-harap cemas, sebab omzet yang diperoleh rata-rata baru mencapai sekitar 30 persen.
Pantauan Sultratop.com di kawasan pusat grosir seragam sekolah tersebut, Sabtu (27/6/2026) siang, menunjukkan suasana di lorong-lorong kios masih lengang. Belasan calon pembeli tampak keluar masuk blok pertokoan untuk membandingkan harga tapi belum terlihat antrean seperti yang biasanya terjadi menjelang masuk sekolah.
Salah seorang pedagang seragam sekolah, Aswar, mengatakan aktivitas di blok pertokoan memang masih didominasi warga yang sekadar melihat-lihat dan mencari harga terbaik.
“Orang-orang memang ramai mondar-mandir, tetapi yang benar-benar membeli belum banyak,” ujar Aswar.
Ia menjelaskan, tokonya menyediakan berbagai jenis seragam mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA), termasuk atribut pendukung seperti topi, dasi, ikat pinggang, dan perlengkapan lainnya.
Menurutnya, kondisi tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada masa libur sekolah seperti sekarang, penjualan biasanya sudah ramai.
“Biasanya saat libur sekolah begini sudah ramai. Sekarang masih sepi, bisa dilihat sendiri kondisi di setiap blok,” katanya.
Aswar mengaku penjualan baru mencapai sekitar 30 persen. Tumpukan seragam di tokonya pun masih relatif utuh karena belum banyak terjual.
“Stok masih lengkap. Penjualan baru sekitar 30 persen. Kami masih optimistis karena masih ada waktu sekitar satu minggu lagi sebelum sekolah mulai,” ujarnya.
Untuk harga, satu pasang seragam SD dijual mulai Rp180 ribu hingga Rp300 ribu. Seragam putih biru untuk SMP dibanderol Rp250 ribu hingga Rp400 ribu per pasang, sedangkan seragam SMA dijual mulai Rp280 ribu per pasang.
Berdasarkan pantauan di lokasi, banyak pedagang memanfaatkan suasana yang masih sepi untuk merapikan dan menyusun kembali tumpukan seragam di dalam kios. Meski wajah mereka menyiratkan kekhawatiran terhadap menurunnya daya beli masyarakat, para pedagang tetap berharap penjualan meningkat pada hari-hari terakhir menjelang dimulainya tahun ajaran baru. (A/ST)
Laporan: Bambang Sutrisno
Editor: Muhamad Taslim Dalma


















