13 August 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Bank Sultra Perkuat UMKM Sultra, Outstanding Kredit Tembus Rp1,03 Triliun

  • Bagikan
Bank Sultra Perkuat UMKM Sultra, Outstanding Kredit Tembus Rp1,03 Triliun

SULTRATOP.COM, KENDARI – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) terus memperkuat perannya sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi daerah. Hingga 31 Juli 2026, bank milik pemerintah daerah tersebut mencatatkan kinerja pembiayaan yang menunjukkan fokus kuat pada pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta sektor pertanian.

Berdasarkan data kinerja terbaru, outstanding kredit UMKM Bank Sultra mencapai Rp1,039 triliun. Sementara outstanding KUR tercatat sebesar Rp352,54 miliar. Jika digabungkan, outstanding kredit UMKM dan KUR telah mendekati Rp1,4 triliun.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor Agustus 2026

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keseriusan Bank Sultra dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kerakyatan di Sulawesi Tenggara.

Tak hanya menyasar pembiayaan modal usaha, Bank Sultra juga memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui pembiayaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan). Bekerja sama dengan mitra penyedia Alsintan, Bank Sultra mencatatkan outstanding pembiayaan Alsintan sebesar Rp24,8 miliar per 31 Juli 2026 dengan jumlah 51 debitur.

Pembiayaan tersebut diarahkan untuk membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong modernisasi sektor pertanian di daerah. Bank Sultra menyebut pembiayaan Alsintan tersebut telah menjangkau delapan kabupaten/wilayah di Sulawesi Tenggara.

Bank Sultra menegaskan bahwa pengembangan UMKM tidak berhenti pada penyaluran pembiayaan. Pendampingan dan pembinaan menjadi bagian penting dari strategi untuk memastikan pelaku usaha mampu mengelola bisnis secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai instansi pembina, Bank Sultra mendorong peningkatan kapasitas manajerial, literasi keuangan, hingga daya saing produk UMKM.

Langkah tersebut ditujukan agar pelaku UMKM tidak hanya memperoleh akses permodalan, tetapi juga mampu meningkatkan skala dan kualitas usahanya sehingga dapat “naik kelas”.

Untuk memperkuat akselerasi penyaluran kredit, Bank Sultra juga melakukan transformasi internal melalui pemekaran struktur organisasi. Jika sebelumnya fungsi perkreditan ditangani satu divisi, kini diperkuat menjadi tiga divisi utama.

Ketiga divisi tersebut adalah Divisi Kredit Konsumtif dan Mikro, Divisi Kredit Menengah Komersial Korporasi & Hubungan Kelembagaan, serta Divisi Operasional Kredit.

Perubahan struktur ini diharapkan membuat penyaluran kredit menjadi lebih fokus, terukur, dan mampu menjangkau berbagai sektor perekonomian di Sulawesi Tenggara.

Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, mengatakan capaian pembiayaan tersebut merupakan bagian dari visi besar perusahaan untuk menjadi penggerak ekonomi daerah.

“Pencapaian penyaluran kredit UMKM dan KUR yang signifikan ini, serta dukungan nyata kami pada sektor pertanian melalui pembiayaan Alsintan ke pelosok daerah, adalah bukti konkret dari komitmen Bank Sultra,” ujarnya.

Menurut Andri, Bank Sultra tidak ingin sekadar hadir sebagai lembaga perbankan, tetapi juga memastikan potensi ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara mendapatkan akses untuk berkembang.

“Kami berambisi penuh untuk menjadi motor penggerak utama perekonomian di Sulawesi Tenggara. Kami ingin memastikan bahwa setiap jengkal potensi ekonomi di Sultra, mulai dari pelaku UMKM hingga para petani, memiliki kesempatan untuk tumbuh, berkembang, dan berdaya saing bersama Bank Sultra,” ujarnya.

Dengan outstanding pembiayaan UMKM dan KUR yang hampir mencapai Rp1,4 triliun serta dukungan pembiayaan Alsintan hingga puluhan miliar rupiah, Bank Sultra berupaya memperkuat posisinya sebagai bank pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada fungsi intermediasi, tetapi juga pada penguatan ekonomi kerakyatan.

Capaian tersebut sekaligus menjadi pijakan bagi Bank Sultra untuk terus memperluas pembiayaan produktif, memperkuat pendampingan UMKM, dan mendukung modernisasi sektor pertanian demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di Sulawesi Tenggara. (—)

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan
  • Bagikan