16 June 2024
Indeks
Iklan Dispar Sultra Jelajahi Sulawesi Tenggara

Pengaruhi Sistem di Dalam Tubuh, Ini Sederet Bahaya Kurang Tidur

  • Bagikan
Ilustrasi tidur (Gambar: Pexels)

SULTRATOP.COM – Kurang tidur ternyata memiliki sederet bahaya bagi kesehatan karena mempengaruhi berbagai sistem penting yang ada di dalam tubuh. Bahkan tinjauan studi menemukan, kurang tidur pada malam hari meningkatkan risiko kematian dini.

Tidur kurang dari tujuh jam secara teratur pada akhirnya dapat menyebabkan konsekuensi kesehatan yang memengaruhi seluruh tubuh.

Iklan Astra Honda Motor Sultratop

Tubuh tak hanya membutuhkan oksigen dan makanan, tapi juga tidur agar berfungsi dengan baik. Selama tidur, tubuh menyembuhkan dirinya sendiri dan mengembalikan keseimbangan kimianya. Otak membentuk koneksi pemikiran baru dan membantu retensi memori.

Tanpa tidur yang cukup, otak dan sistem tubuh tidak akan berfungsi secara normal. Pada akhirnya bisa menurunkan kualitas hidup.

Berikut bahaya kurang tidur bagi sistem di dalam tubuh manusia.

Sistem saraf pusat

Sistem saraf pusat merupakan informasi utama tubuh manusia. Tidur diperlukan agar sistem saraf pusat tetap berfungsi dengan baik.

Selama tidur, jalur terbentuk di antara sel-sel saraf (neuron) di otak yang membantu mengingat informasi baru yang telah Anda pelajari. Kurang tidur membuat otak kelelahan, sehingga tidak dapat melakukan tugasnya dengan baik.

Anda juga mungkin merasa lebih sulit untuk berkonsentrasi atau mempelajari hal-hal baru. Sinyal yang dikirim tubuh mungkin juga tertunda, menurunkan koordinasi, dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Kurang tidur juga berdampak negatif pada kemampuan mental dan keadaan emosi. Anda mungkin merasa lebih tidak sabar atau mudah mengalami perubahan suasana hati.

Jika kurang tidur berlangsung cukup lama, Anda bisa mulai mengalami halusinasi seperti melihat atau mendengar hal-hal yang sebenarnya tidak ada.

Sistem imun

Saat tidur, sistem kekebalan menghasilkan zat pelindung yang melawan infeksi seperti antibodi dan sitokin. Sistem kekebalan menggunakan zat ini untuk memerangi penyerbu asing seperti bakteri dan virus.

Kurang tidur mencegah sistem kekebalan membangun kekuatannya. Jika tidak cukup tidur, tubuh mungkin tidak dapat menangkis bakteri dan virus, serta membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dari penyakit.

Kurang tidur dalam jangka panjang juga meningkatkan risiko kondisi kronis, seperti diabetes melitus dan penyakit jantung.

Sistem pernapasan

Hubungan antara tidur dan sistem pernapasan berjalan dua arah. Gangguan pernapasan malam hari yang disebut Obstructive Sleep Apnea (OSA) dapat mengganggu tidur dan menurunkan kualitas tidur.

Saat bangun sepanjang malam, hal ini dapat menyebabkan kurang tidur yang membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi saluran pernapasan seperti pilek dan flu biasa. Kurang tidur juga dapat memperburuk penyakit pernapasan yang ada, seperti paru-paru kronis.

Sistem pencernaan

Seiring dengan makan terlalu banyak dan tidak berolahraga, kurang tidur merupakan faktor risiko lain untuk menambah berat badan dan obesitas. Tidur memengaruhi kadar dua hormon, leptin dan ghrelin, yang mengendalikan rasa lapar dan kenyang.

Leptin memberi tahu otak bahwa Anda sudah cukup makan. Tanpa tidur yang cukup, otak mengurangi leptin dan meningkatkan ghrelin, yang merupakan perangsang nafsu makan. Inilah alasannya mengapa seseorang ngemil atau makan berlebihan pada malam hari.

Kurang tidur juga bisa membuat Anda merasa terlalu lelah untuk berolahraga. Seiring waktu, berkurangnya aktivitas fisik dapat membuat berat badan bertambah karena Anda tidak membakar cukup kalori dan tidak membangun massa otot.

Kurang tidur juga menyebabkan tubuh melepaskan lebih sedikit insulin setelah makan. Insulin membantu menurunkan kadar gula (glukosa) darah.

Kurang tidur juga menurunkan toleransi tubuh terhadap glukosa dan berhubungan dengan resistensi insulin. Gangguan ini dapat menyebabkan diabetes melitus dan obesitas.

Sistem kardiovaskular

Tidur memengaruhi proses yang menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, termasuk yang memengaruhi gula darah, tekanan darah, dan tingkat peradangan. Ini juga memainkan peran penting dalam kemampuan tubuh untuk menyembuhkan dan memperbaiki pembuluh darah dan jantung.

Orang yang kurang tidur lebih mungkin terkena penyakit kardiovaskular. Satu analisis mengaitkan insomnia dengan peningkatan risiko serangan jantung dan stroke.

Sistem endokrin

Produksi hormon tergantung pada tidur Anda. Untuk produksi testosteron, Anda memerlukan setidaknya 3 jam tidur tanpa gangguan. Bangun sepanjang malam dapat memengaruhi produksi hormon.

Gangguan ini juga dapat memengaruhi produksi hormon pertumbuhan, terutama pada anak-anak dan remaja. Hormon-hormon ini membantu tubuh membangun massa otot dan memperbaiki sel dan jaringan, selain fungsi pertumbuhan lainnya.

Kelenjar hipofisis melepaskan hormon pertumbuhan sepanjang hari, tetapi tidur dan olahraga yang cukup juga membantu pelepasan hormon ini.

Oleh karena kurang tidur berbahaya bagi kesehatan maka mulailah hidup sehat dengan tidur cukup 7 hingga 9 jam setiap malam. (—)

Sumber: Healthline.com

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI

  • Bagikan