18 August 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Mau Adopsi Kucing atau Anjing? Simak 6 Tips Penting dari Dokter Hewan

  • Bagikan
Mau Adopsi Kucing atau Anjing? Simak 6 Tips Penting dari Dokter Hewan
Dokter hewan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Annisya Syarifuddin. (istimewa)

SULTRATOP.COM, KENDARI – Memelihara kucing atau anjing bukan sekadar soal rasa gemas dan ingin memiliki hewan peliharaan. Bagi cat lovers maupun dog lovers, ada sejumlah hal dan tips penting yang perlu diperhatikan sebelum membawa pulang hewan adopsi.

Dokter hewan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Annisya Syarifuddin, mengingatkan calon pemilik agar tidak terburu-buru mengadopsi hewan, terutama yang masih terlalu muda.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor Agustus 2026

Menurutnya, hewan sebaiknya diadopsi setelah melewati masa menyusui atau sudah lepas sapih. Umumnya, usia yang aman untuk mulai diadopsi sekitar 2–3 bulan atau delapan minggu.

“ASI membantu menjaga daya tahan tubuh anak hewan. Jadi setidaknya sudah melalui proses sapih, baru boleh diadopsi,” kata Annisya saat diwawancarai, Senin (17/8/2026).

Hewan yang baru diadopsi juga sebaiknya segera diperiksa ke dokter hewan. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan sekaligus menentukan perawatan yang sesuai.

Pada usia sekitar 2–3 bulan, hewan biasanya mulai diberikan obat cacing. Setelah beberapa hari dan kondisinya dinilai sehat, hewan dapat melanjutkan ke vaksinasi.

“Awalnya diberi obat cacing, kemudian tiga sampai seminggu baru boleh divaksin,” ujarnya.

Annisya juga mengingatkan pemilik agar memberikan waktu bagi hewan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.

Hewan yang baru pindah rumah sebaiknya menjalani masa adaptasi sekitar 2–4 minggu sebelum divaksin, terutama jika menunjukkan tanda-tanda stres.

Perubahan lingkungan dapat membuat hewan takut, tidak mau makan atau lebih sering bersembunyi. Dalam kondisi stres, daya tahan tubuh hewan dapat menurun sehingga lebih rentan terserang penyakit.

“Kalau dalam keadaan stres, lebih sering dibelai karena hewan stres rentan mati,” katanya.

Karena itu, pemilik perlu menciptakan suasana yang tenang dan tidak memaksa hewan untuk langsung berinteraksi.

Berikut enam tips penting sebelum dan setelah mengadopsi kucing atau anjing yang perlu diketahui calon pemilik.

Ajari Anak Cara Memperlakukan Hewan

Bagi keluarga yang mengadopsi hewan untuk menemani anak, Annisya mengingatkan pentingnya pengawasan orang dewasa.

Anak perlu diajarkan cara memegang dan bermain dengan hewan secara lembut. Jangan sampai hewan diperlakukan kasar, seperti diinjak atau dibanting.

“Kalau pelihara hewan untuk anaknya, jangan sampai anaknya membanting hewannya,” ujarnya.

Jangan Sembarangan Berikan Obat Manusia

Hal lain yang tidak kalah penting adalah pemberian obat.

Annisya mengingatkan pemilik agar tidak memberikan obat manusia kepada hewan tanpa petunjuk dokter hewan. Kesalahan pemberian obat dapat memperburuk kondisi hewan dan bahkan berakibat fatal.

Karena itu, pemilik sebaiknya memiliki kontak dokter hewan yang dapat dihubungi ketika hewan menunjukkan gejala sakit.

Menurut Annisya, konsultasi awal juga dapat dilakukan secara daring untuk mengetahui langkah yang perlu dilakukan sebelum hewan dibawa ke klinik.

“Kalau saya bisa konsultasi online, tidak ada tarifnya,” katanya.

Ia juga mengingatkan pemilik agar jujur saat berkonsultasi atau membawa hewan ke dokter, termasuk mengenai riwayat vaksinasi dan pemberian obat cacing.

Informasi tersebut penting bagi dokter untuk menentukan diagnosis dan tindakan yang tepat.

Vaksin Bisa Cegah Penyakit Berat

Vaksinasi menjadi salah satu perawatan penting bagi hewan peliharaan. Kucing dan anjing memiliki jenis vaksin yang berbeda, tetapi prinsip pemberiannya sama, dilakukan secara bertahap.

Untuk kucing, vaksin dapat membantu menurunkan risiko penyakit akibat virus, termasuk penyakit saluran pernapasan dan pencernaan.

Annisya mengingatkan, hewan yang belum mendapatkan vaksin, terutama yang masih berusia di bawah enam bulan, lebih rentan mengalami penyakit berat karena sistem kekebalan tubuhnya belum optimal.

Dalam kondisi tertentu, infeksi virus pada hewan muda bahkan dapat berkembang sangat cepat.

“Kalau hewan yang belum divaksin kena virus, bisa beberapa hari mati, bisa satu hari mati. Apalagi hewan yang usianya di bawah enam bulan rentan dengan virus karena belum kuat antibodinya,” jelasnya.

Ia mengatakan vaksin bukan berarti membuat hewan kebal sepenuhnya, tetapi dapat membantu menurunkan risiko penyakit berat.

Vaksin Lebih Murah daripada Biaya Perawatan

Dari sisi biaya, vaksinasi juga dinilai sebagai bentuk pencegahan yang lebih ekonomis dibandingkan mengobati hewan ketika sakit.

Harga vaksin disebut sekitar Rp350 ribu, sedangkan biaya perawatan ketika hewan sudah sakit dan membutuhkan perawatan selama beberapa hari dapat mencapai Rp1 juta lebih.

Vaksinasi dapat dilakukan di klinik hewan maupun melalui dokter hewan pilihan pemilik.

Di Klinik Hewan Kota Kendari, yang beralamat di Jalan Abunawas Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, pelayanan vaksinasi tersedia Senin hingga Jumat, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 Wita.

Sterilisasi untuk Kesehatan dan Kendali Populasi

Selain vaksinasi, pemilik juga dapat mempertimbangkan sterilisasi.

Sterilisasi tidak hanya bertujuan mengendalikan pertumbuhan populasi hewan, tetapi juga dapat membantu menjaga kesehatan dan mengurangi risiko stres pada hewan.

Populasi hewan yang terlalu padat dapat meningkatkan risiko penularan penyakit. Sementara stres dapat menurunkan daya tahan tubuh dan membuat hewan lebih mudah terserang penyakit.

Perhatikan Tempat Adopsi

Sebelum mengadopsi, calon pemilik juga disarankan mengetahui asal-usul dan kondisi hewan.

Annisya mengingatkan pentingnya memilih tempat adopsi yang bertanggung jawab. Calon pemilik juga perlu meminta informasi atau garansi apabila setelah diadopsi hewan ternyata mengalami masalah kesehatan.

Menurutnya, keterbukaan dari pihak yang menyerahkan hewan penting agar calon pemilik dapat mempersiapkan perawatan dengan baik.

“Pentingnya mengadopsi hewan itu umurnya, sama tempatnya adopsi,” ujarnya. (A/ST)

Laporan: M11
Editor: Jumriati

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan
Jadikan Sultratop.com sumber preferensi berita Anda.
Sumber Terverifikasi Kelola Preferensi →
  • Bagikan