SULTRATOP.COM, MUNA BARAT – Wakil Bupati Muna Barat, Ali Basa, melakukan kunjungan ke SD Negeri 7 Barangka, lokasi insiden yang menewaskan seorang siswi akibat tertimpa papan nama sekolah pada Kamis (30/4/2026). Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk empati dan belasungkawa.
“Kami atas nama pemerintah daerah menyampaikan duka cita atas meninggalnya salah satu anak didik kita akibat insiden robohnya papan nama sekolah. Korban juga merupakan cucu kemenakan saya. Kami bersama Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, telah melayat dan mengantarkan jenazah hingga ke tempat peristirahatan terakhir,” ujar Ali Basa saat ditemui di lokasi, Sabtu (2/5/2026).
Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak mengandung unsur kesengajaan dan merupakan musibah.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Muna Barat, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” ucapnya.
Ali Basa juga menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muna Barat untuk segera melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap seluruh sarana dan prasarana sekolah guna memastikan keamanan lingkungan belajar. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas sekolah, terutama yang berpotensi membahayakan keselamatan siswa, agar kejadian serupa tidak terulang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muna Barat, La Samahu, turut menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut. Ia menyebut peristiwa ini sebagai musibah dan menegaskan bahwa sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi siswa.
“Kami menyampaikan duka cita atas meninggalnya siswi kita. Ini adalah musibah dan tidak ada unsur kesengajaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan menindaklanjuti instruksi pemerintah daerah dengan melakukan pendataan dan pemeriksaan fasilitas sekolah. Sekolah yang dinilai tidak layak akan dihentikan penggunaannya demi keselamatan siswa.
Dalam waktu dekat, dinas pendidikan bersama camat dan kepala sekolah akan menggelar rapat untuk mengidentifikasi satuan pendidikan yang sudah tidak layak. Fasilitas yang dinilai tidak memenuhi standar tidak akan digunakan demi keselamatan siswa.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati didampingi sejumlah pejabat daerah, kepala sekolah, orang tua korban, serta masyarakat setempat.
Sebelumnya, insiden terjadi pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 10.40 WITA, ketika papan nama sekolah yang terbuat dari beton roboh dan menimpa tiga siswa. Korban berinisial SL (7) meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Muna Barat. Dua siswa lainnya, WOAA (7) dan LOMA (9), mengalami luka-luka. SL dan WOAA merupakan siswa kelas 1, sementara LOMA duduk di kelas 3. (B/ST)
Laporan: Adin

















