SULTRATOP.COM – Kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), menghadirkan angin segar bagi dunia pendidikan di wilayah kepulauan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra resmi menggenjot pembenahan delapan sekolah pada 2026, dengan sebagian besar proyek diarahkan ke daerah kepulauan sebagai upaya menghapus kesenjangan fasilitas pendidikan antara daratan dan pulau-pulau terluar.
Dari total delapan sekolah penerima program, enam berada di kawasan kepulauan. Kabupaten Wakatobi menjadi daerah yang memperoleh perhatian cukup besar karena dua sekolah di wilayah tersebut masuk daftar prioritas perbaikan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Prof Aris Badara mengatakan, intervensi yang dilakukan mencakup rehabilitasi gedung sekolah, perbaikan ruang belajar, pembangunan fasilitas pendukung hingga penataan lingkungan sekolah.
Di Wakatobi, SMAN Lentea akan mendapatkan rehabilitasi bangunan sekolah. Sementara SMAN 2 Tomia masuk program rehabilitasi Ruang Kelas Baru (RKB) guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan proses belajar mengajar.
Selain Wakatobi, sejumlah sekolah lain juga mendapat sentuhan perbaikan. SMKN 4 Baubau atau SMK Pelayaran di Pulau Makassar akan menjalani penataan halaman sekolah.
Program serupa dilakukan di SMAN 1 Batauga, Kabupaten Buton Selatan, untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih representatif dan nyaman bagi siswa.
Di Kabupaten Muna, pembangunan kantor sekaligus ruang guru direncanakan untuk SMAN 1 Tongkuno. Sedangkan SMAN 1 Tolala di Kolaka Utara akan mendapatkan penataan halaman sekolah. SMKN 2 Tirawuta di Kolaka Timur juga masuk daftar penerima melalui pekerjaan paving block pada area sekolah.
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, Pemprov Sultra juga menyiapkan dukungan pengembangan minat dan bakat siswa. SMAN 1 Lasalimu Selatan di Kabupaten Buton dijadwalkan menerima bantuan alat marching band.
“Seluruh kegiatan saat ini sudah masuk tahapan perencanaan, asistensi teknis, kontrak pelaksanaan hingga persiapan pekerjaan,” ujar Prof Aris saat ditemui di kantornya pada Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, perhatian terhadap Wakatobi tidak berhenti pada delapan sekolah tersebut. Pemprov Sultra juga menyiapkan tambahan bantuan pendidikan untuk daerah kepulauan itu.
Kata Aris, rencana tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, yang sebelumnya disampaikan saat peringatan HUT ke-62 Sultra.
“Gubernur sebelumnya telah menyampaikan bantuan perbaikan sekolah di Wakatobi senilai Rp5 miliar,” ungkapnya.
Selain menggunakan anggaran daerah, pemerintah juga terus mendorong sekolah-sekolah lain agar bisa memperoleh program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Targetnya, dukungan pemerintah pusat untuk pengembangan fasilitas pendidikan di Sultra dapat kembali menyentuh angka tinggi seperti tahun sebelumnya yang mencapai Rp146 miliar.
Langkah tersebut menjadi upaya pemerintah memperkuat kualitas pendidikan di kawasan kepulauan yang selama ini menghadapi tantangan keterbatasan sarana dibanding wilayah daratan. (Adv)

















