SULTRATOP.COM, YOGYAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar rapat evaluasi kinerja semester II 2025 BPR se-Sultra untuk memperkuat daya saing dan memperluas layanan keuangan yang inklusif, Senin (18/5/2026) di Gedung Kantor OJK Yogyakarta.
Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha mengatakan, kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya meningkatkan kualitas tata kelola, penguatan kinerja kelembagaan, serta kesiapan menghadapi dinamika industri perbankan yang semakin kompetitif.
Kata dia, kegiatan ini juga menjadi forum strategis bagi seluruh BPR di wilayah Sultra untuk melakukan evaluasi capaian kinerja, berbagi pengalaman, serta memperkuat sinergi antar lembaga dalam mendukung pertumbuhan sektor perbankan daerah yang sehat, profesional, dan berdaya saing.
Ketua Perbarindo Sultra Ahmat menjelaskan, BPR merupakan bagian dari instrumen penting dalam penggerak ekonomi kerakyatan di Sultra. Serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung kebijakan pemerintah kabupaten/kota.

Kemudian di sisi lain, BPR juga hadir menjadi lembaga jasa keuangan yang memberikan layanan akses keuangan inklusif bagi masyarakat mulai dari menghimpun dana dari masyarakat melalui tabungan dan deposito serta menyalurkan kredit bagi pelaku UMKM.
Sehingga, dengan adanya evaluasi kinerja ini menjadi bagian dari monitoring penting bersama OJK Sultra agar BPR se-Sultra dapat terus tumbuh dan sehat. Serta kontribusinya terhadap pembangunan daerah berjalan maksimal.
“Secara umum saat ini BPR se-Sultra berada dalam kondisi yang positif. Tumbuh dan sehat,” kata Ahmat kepada Sultratop.com.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh BPR dapat memperoleh gambaran komprehensif mengenai perkembangan industri, tantangan yang dihadapi, serta langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan dalam menghadapi era digitalisasi dan transformasi layanan keuangan.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah penguatan kapasitas sumber daya manusia dan implementasi praktek terbaik (best practices) guna mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan BPR.
Untuk diketahui, ada 14 BPR se-Sultra yang hadir dalam rapat evaluasi ini yakni 12 BPR Bahteramas yang merupakan BPR milik pemerintah daerah yakin BPR Konawe, Kendari, Konawe Selatan, Kolaka, Bombana, Kolaka Utara, Konawe Utara.
Kemudian BPR Baubau, Buton, Raha, Wakatobi dan Buton Utara. Serta ada 2 BPR swasta BPR Gandalata dan BPR Rakyat Mandiri.
Selanjutnya, tim OJK, Biro Perekonomian Setda Sultra, jajaran komisaris dan direksi serta karyawan BPR se-Sultra hadir dalam rapat evaluasi ini.
Penulis: Ilham Surahmin



















