7 September 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Kekeringan Ancam Pertanian Muna Barat, 50 Hektare Sawah Dipastikan Puso

  • Bagikan
Kekeringan Ancam Pertanian Muna Barat, 50 Hektare Sawah Dipastikan Puso
Bupati Muna Barat, La Ode Darwin didampingi Kalak BPBD Muna Barat, Muhammad Naazirun, Kadis Pertanian, Nestor Jono dan beberapa penyuluh pertanian saat meninjau lahan sawah yang mengalami kekeringan di Desa Kasimpa Jaya, Rabu (12/8/2026) lalu. (Adin/SULTRATOP.COM)

SULTRATOP.COM, MUNA BARAT — Ancaman kekeringan terhadap lahan pertanian di Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara (Sultra), semakin mengkhawatirkan. Sebanyak 50 hektare sawah dilaporkan mengalami puso atau gagal panen akibat minimnya pasokan air.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Muna Barat, Muhammad Naazirun, mengatakan berdasarkan hasil pendataan sementara, sebanyak 50 hektare lahan sawah masyarakat dipastikan mengalami puso. Sementara sekitar 59 hektare lainnya masih diupayakan untuk diselamatkan dari ancaman gagal panen.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor Agustus 2026

Ia merinci, lahan yang mengalami puso tersebar di dua desa. Di Desa Wulanga Jaya terdapat sekitar 3 hektare sawah yang gagal panen, sedangkan Desa Kasimpa Jaya mencapai sekitar 47 hektare.

“Berdasarkan hasil pantauan kami di lapangan, 50 hektare lahan sawah di Muna Barat mengalami puso. Sementara sekitar 59 hektare masih coba kita selamatkan,” kata Naazirun di kantornya, Senin (7/9/2026).

Menurut Naazirun, kondisi kekeringan tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Muna Barat. Pemantauan dan upaya penyelamatan terus dilakukan terhadap lahan yang masih memiliki peluang untuk dipanen.

Untuk menyelamatkan sekitar 59 hektare sawah, pemerintah daerah bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) menyuplai bahan bakar minyak (BBM) untuk mengoperasikan pompa air. Air kemudian disedot dari sumur maupun sungai untuk dialirkan ke lahan pertanian.

Naazirun menyebut, pemerintah daerah telah menyalurkan sekitar 450 liter Pertamax. Sementara bantuan dari BWS terdiri dari 1.360 liter Pertamax dan 300 liter solar.

Bantuan BBM tersebut mulai disalurkan sejak 13 Agustus 2026 atas arahan Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, setelah dilakukan koordinasi dengan pihak BWS. Distribusi BBM hingga kini masih berlangsung dengan frekuensi dua kali dalam sepekan.

Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Sejumlah kelompok tani di beberapa wilayah yang terdampak kekeringan bahkan telah melakukan panen sejak pekan lalu.

Naazirun memastikan pemantauan akan terus dilakukan, khususnya terhadap lahan yang masih memiliki potensi untuk diselamatkan.

“Kondisi kekeringan ini menjadi perhatian pemerintah daerah karena sektor pertanian memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat sekaligus menjaga ketersediaan pangan daerah,” ucapnya.

Sementara itu, lahan sawah yang mengalami puso di Desa Kasimpa Jaya diperkirakan berpotensi menyebabkan kehilangan produksi sekitar 647 ton gabah. Adapun potensi kehilangan produksi di desa lainnya masih dalam pendataan. (*)

Laporan: Adin
Editor: Jumriati

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan
Jadikan Sultratop.com sumber preferensi berita Anda.
Sumber Terverifikasi Kelola Preferensi →
  • Bagikan