SULTRATOP.COM, MUNA BARAT — Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN), khususnya dalam penggunaan pakaian dinas. Hal itu disampaikannya setelah melakukan pengecekan langsung terhadap ASN saat apel gabungan di halaman Kantor Bupati Muna Barat, Senin (31/8/2026).
Didampingi Sekda Muna Barat, Ibrahim Rasimu, Darwin menemukan sejumlah ASN masih mengenakan atribut yang tidak sesuai ketentuan. Salah satunya penggunaan ikat pinggang yang bukan atribut Korpri.
“Sebelum memulai apel gabungan, saya melakukan pengecekan barisan dan kedisiplinan ASN. Saya menemukan kedisiplinan berpakaian ASN kita masih kurang, seperti ikat pinggang yang tidak menggunakan ikat pinggang Korpri dan lainnya,” kata La Ode Darwin.
Menurut Ketua DPD Golkar Sultra itu, kedisiplinan harus dimulai dari hal-hal sederhana. Penggunaan pakaian dinas, kata dia, bukan sekadar persoalan penampilan, tetapi juga mencerminkan kepatuhan terhadap aturan dan profesionalisme ASN.
“Saya sendiri selalu memberikan contoh kepada teman-teman ASN. Jadi, apel gabungan menjadi salah satu momentum bagi pimpinan untuk melihat secara langsung tingkat kedisiplinan para pegawai,” bebernya.
Darwin meminta seluruh ASN menjadi teladan bagi masyarakat dengan mematuhi ketentuan berpakaian, terutama saat mengikuti kegiatan resmi pemerintah daerah.
Ia mengungkapkan, ASN senior cenderung lebih disiplin dalam menggunakan pakaian dinas dibandingkan pegawai yang masa pengabdiannya masih relatif singkat.
“Saya melihat rata-rata yang disiplin berpakaian ini adalah para pegawai yang senior, yang sudah mengabdi 10, 15 sampai 20 tahun ke atas. Sementara, yang kurang disiplin ialah pegawai yang baru mengabdi dua sampai lima tahun. Kita lihat saja sepatunya warna-warni, ikat pinggangnya bukan Korpri dan lainnya,” tuturnya.
DW menegaskan, pembinaan kedisiplinan ASN bukan hanya menjadi tanggung jawab kepala daerah, tetapi juga para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Karena itu, setiap pimpinan diminta memberikan teladan sekaligus melakukan pembinaan secara berjenjang jika masih ditemukan pelanggaran.
“Kedisiplinan harus dimulai dari hal-hal sederhana. Di apel gabungan berikutnya, saya akan kembali cek. Sehingga keseragaman kita dan ASN harus memberikan contoh yang rapi kepada masyarakat di Muna Barat,” ucapnya.
Selain kedisiplinan berpakaian, Darwin juga menyoroti kehadiran ASN dalam mengikuti apel gabungan.
ASN Diminta Jadi Contoh

Darwin meminta seluruh ASN menunjukkan sikap tertib dan profesional dalam menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintah sekaligus pelayan masyarakat.
Ia juga mengingatkan para pejabat di lingkup Pemkab Mubar agar tidak hanya menuntut bawahannya disiplin, tetapi terlebih dahulu memberikan contoh. Menurutnya, pimpinan memiliki peran penting dalam membangun budaya kerja di masing-masing OPD.
“Pimpinan harus menjadi contoh. Kalau pimpinan disiplin, insyaallah bawahannya juga akan ikut disiplin,” ujarnya.
Darwin menambahkan, pembenahan kedisiplinan ASN merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan. Birokrasi yang disiplin dan profesional, kata dia, menjadi modal penting untuk mewujudkan Muna Barat Liwu Mokesa sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Kalau kita ingin Muna Barat menjadi Liwu Mokesa, maka aparatur pemerintahnya juga harus disiplin, profesional, dan mampu memberikan pelayanan terbaik,” pungkasnya. (*)
Laporan: Adin
Editor: Jumriati

















