SULTRATOP.COM, MUNA BARAT – Upaya Bupati Muna Barat, La Ode Darwin dalam mengatasi persoalan kelangkaan dan keterbatasan pasokan bahan bakar minyak (BBM) kini mulai membuahkan hasil.
Sebelumnya, La Ode Darwin menemui dan melakukan audiensi dengan Kementerian ESDM di Gedung Ibnu Sutowo, Ruang Rapat Lantai 16, Jakarta pada Kamis (27/8/2026) lalu.
Dari pertemuan tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), serta Pertamina Patra Niaga dijadwalkan turun langsung ke Kabupaten Mubar pada Jumat (4/9/2026) mendatang. Kedatangannya merupakan respon cepat dari persoalan BBM di Muna Barat.
Bupati Muna Barat, La Ode Darwin membenarkan terkait kunjungan Ditjen Migas, BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga di Muna Barat. Kata dia, kunjungan tersebut akan difokuskan untuk melihat kondisi riil distribusi BBM sekaligus mencari solusi atas kelangkaan dan panjangnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU.
“Iya, insyaallah hari Jumat (4/9/2026) dijadwalkan ke Muna Barat. Ada Pak Dirjen, La Ode Sulaeman, BPH Migas dan Patra Niaga. Jadi kami (Pemkab Mubar) melakukan rapat bersama jajaran pemerintah daerah untuk mematangkan persiapan kunjungan tersebut,” kata La Ode Darwin ditemui usai melaksanakan rapat di Rujab Bupati, Selasa (1/9/2026).
Kata Ketua DPD Golkar Sultra ini, kedatangan pejabat pusat tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan Pemkab Mubar terkait persoalan BBM yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi keluhan masyarakat. Antrean panjang kendaraan di SPBU tidak hanya menyulitkan masyarakat mendapatkan BBM, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
Untuk itu, tambah Darwin, ia memilih membawa persoalan tersebut langsung ke pemerintah pusat, terutama karena sejumlah kewenangan terkait distribusi dan infrastruktur BBM berada di tingkat pusat.
“Dalam kunjungan tersebut, salah satu agenda yang akan menjadi perhatian adalah pengecekan kelayakan penambahan unit SPBU di Mubar. Dua wilayah yang menjadi perhatian yakni Kecamatan Kusambi dan Kecamatan Barangka,” ucapnya.
Pria yang kerap disapa DW ini mengungkapkan penambahan SPBU dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk memperpendek rantai distribusi, mengurangi beban SPBU yang sudah ada, serta mengurai antrean kendaraan masyarakat.
“Kita bersyukur kunjungan kita kemarin direspons cepat. Semoga ini menjadi jalan untuk mengurai masalah kelangkaan dan panjangnya antrean BBM di daerah kita,” ungkapnya.
Darwin berharap kedatangan Ditjen Migas, BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga tidak berhenti sebatas peninjauan lapangan. Menurutnya, kunjungan tersebut harus menghasilkan langkah konkret dan kebijakan yang benar-benar mampu menjawab kebutuhan energi masyarakat Mubar.
“Respons cepat pemerintah pusat menjadi bukti bahwa komunikasi dan perjuangan pemerintah daerah dapat menghasilkan solusi ketika persoalan masyarakat disampaikan langsung kepada pihak yang memiliki kewenangan. Pemerintah daerah akan terus hadir dan memastikan setiap persoalan yang dirasakan masyarakat diperjuangkan sampai ke tingkat pusat. Kita ingin masyarakat Muna Barat mendapatkan pelayanan energi yang layak dan berkeadilan,” pungkasnya. (*/ST)
Laporan: Adin
Editor: Muhamad Taslim Dalma





















