15 August 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Gempa M 7,7 NTT Picu Tsunami, Baubau dan Kolaka Terdampak

  • Bagikan
BMKG Catat 24 Gempa Guncang Sultra dalam Sepekan, 8 Kali Dirasakan Warga
Ilustrasi guncangan gempa tektonik yang terdeteksi

SULTRATOP.COM, KENDARI — Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026) pagi, memicu tsunami yang terdeteksi hingga wilayah Sulawesi Tenggara.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat tinggi muka air laut sebesar 0,30 meter di Baubau pada pukul 05.47 WIB dan 0,23 meter di Kolaka pada pukul 06.27 WIB.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor Agustus 2026

Dalam pemutakhiran informasi tsunami, BMKG memasukkan kedua wilayah tersebut dalam daftar lokasi yang mengalami perubahan muka air laut akibat tsunami.

Gempa yang memicu tsunami tersebut terjadi pada pukul 04.58.23 WIB. Hasil pemutakhiran BMKG menunjukkan gempa memiliki magnitudo 7,7 dengan kedalaman 15 kilometer.

Episenter gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur.

BMKG menyatakan gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme sumber berupa pergerakan naik atau thrust fault.

Selain Baubau dan Kolaka, perubahan muka air laut juga terdeteksi di sejumlah lokasi lain, di antaranya Sikka, Pelabuhan Kewapante-Sikka, Flores Timur, Labuan Bajo, Maurole-Ende, Dompu, Bakalang-Alor, dan Bulukumba.

BMKG kemudian menyatakan Peringatan Dini Tsunami Berakhir pada pukul 07.30 WIB, setelah hasil observasi menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan.

Dengan berakhirnya peringatan tersebut, masyarakat Sulawesi Tenggara tidak lagi berada dalam status peringatan dini tsunami berdasarkan informasi BMKG tersebut.

Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa serta tetap mewaspadai kemungkinan gempa bumi susulan.

Hingga pukul 07.07 WIB, BMKG mencatat sebanyak 37 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo 3,6 hingga 6,2. Dari jumlah tersebut, satu gempa susulan dirasakan.

BMKG memastikan pemantauan terhadap aktivitas gempa susulan dan kondisi muka air laut terus dilakukan. Informasi terbaru akan disampaikan melalui kanal resmi BMKG. (—)

Editor: Jumriati 

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan
  • Bagikan