2 July 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

BMKG Prediksi Musim Kemarau di Sultra Lebih Panjang akibat El Nino

  • Bagikan
Awal Musim Kemarau di Sultra Diprediksi Juli 2024
Ilustrasi (Foto Internet)

SULTRATOP.COM, KENDARI — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau di Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2026 berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini dipengaruhi fenomena El Nino yang diprediksi bertahan hingga awal 2027.

PMG Ahli Muda Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Zaenuddin, mengatakan pembaruan prakiraan curah hujan dasarian yang dirilis BMKG Stasiun Klimatologi Sultra pada 30 Juni 2026 menunjukkan sebagian besar wilayah Sultra memasuki kategori curah hujan rendah, yakni 0–50 milimeter per dasarian, seiring peralihan menuju musim kemarau.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

Dalam sepekan ke depan, kondisi cuaca di Sultra diperkirakan didominasi cerah hingga berawan. Meski demikian, hujan ringan masih berpotensi terjadi secara sporadis pada siang, sore, hingga dini hari di sejumlah wilayah, terutama Kabupaten Kolaka Utara, Kolaka Timur, Kolaka, Konawe, dan Konawe Utara.

Berdasarkan prakiraan BMKG, sebagian besar wilayah Sultra akan mengalami curah hujan di bawah normal sepanjang Juli 2026. Sementara itu, Konawe Utara diprakirakan masih berada pada kategori normal.

“Dengan adanya pengaruh El Nino yang bertepatan dengan musim kemarau di wilayah Sulawesi Tenggara maka musim kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang dibanding tahun lalu,” ungkap Zaenuddin kepada Sultratop.com, Kamis (2/7/2026).

Pembaruan prakiraan musim kemarau 2026 juga menunjukkan adanya pergeseran awal musim kemarau di wilayah Zona Musim (ZOM) Sultra. Jika pada rilis April 2026 awal musim diprediksi maju satu hingga dua dasarian, hasil pembaruan menunjukkan kemajuan dua hingga tiga dasarian, bahkan lebih di beberapa wilayah.

Menurut Zaenuddin, kondisi tersebut mengindikasikan pengaruh El Nino semakin kuat terhadap pola iklim di Sultra sehingga musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dan berlangsung lebih lama dari kondisi normal. Hingga 23 Juni 2026, indeks Nino tercatat berada pada angka +1,6 atau kategori El Nino kuat, dengan peluang mencapai 98 persen.

Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air, menyiapkan cadangan air bersih, menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, serta rutin memantau informasi cuaca dan iklim.

Pemerintah daerah juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan dengan memastikan ketersediaan dan distribusi air bersih, mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air dan infrastruktur pendukung, memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta menyesuaikan kebijakan sektor pertanian dengan kondisi iklim.

“Kami imbau saat terjadi El Nino sebaiknya masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan lintas sektor. Kemudian, terhadap potensi kekeringan ekstrem, krisis air bersih, serta peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” ucapnya. (A/ST)

Laporan: Bambang Sutrisno
Editor: Jumriati

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan