17 July 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Krisis Gas LPG di Kendari Makin Parah, Ternyata Distribusi Dipotong Sejak Awal Tahun

  • Bagikan
Krisis Gas LPG di Kendari Makin Parah, Ternyata Distribusi Dipotong Sejak Awal Tahun
‎Tumpukan tabung elpiji 3 kilogram atau gas melon kosong milik warga yang tidak kebagian stok baru. (Foto: Bambang Sutrisno/SULTRATOP.COM)

SULTRATOP.COM, KENDARI – Kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG)/elpiji 3 kilogram atau gas melon di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) kian memicu keresahan warga jelang Lebaran Iduladha 2026. Pasalnya, distribusi gas subsidi untuk masyarakat miskin itu ternyata telah dipangkas sejak awal tahun, membuat stok di sejumlah pangkalan cepat habis dan warga kesulitan mendapatkan isi ulang.

Salah satu pemilik pangkalan di Kelurahan Mandonga, Ayunia mengungkapkan pengurangan pasokan mulai dirasakan sejak Januari 2026. Akibatnya, distribusi LPG ke pangkalannya tidak lagi rutin seperti sebelumnya.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

“Dulu penyaluran setiap minggu, jadi dalam sebulan bisa empat kali pengantaran. Sekarang hanya satu kali dalam sebulan di tengah banyaknya permintaan,” ungkap Ayunia kepada awak media, Selasa (26/5/2026).

Ia mengatakan, pada 2025 lalu pangkalannya masih menerima sekitar 400 tabung dalam sekali pengiriman setiap pekan. Namun kini jumlah pasokan terus berkurang.

“Sekarang kami hanya terima 280 tabung, itu pun satu kali saja dikirimkan. Berikutnya malah cuma dijatah 180 tabung,” imbuhnya.

Menurut Ayunia, keterbatasan stok membuat warga resah. Bahkan, ada warga yang sudah lama menyimpan tabung kosong dan membayar lebih awal, tetapi tetap tidak mendapatkan isi ulang gas.

Ia mengaku telah beberapa kali mempertanyakan alasan pengurangan pasokan kepada pihak agen, namun belum memperoleh penjelasan pasti. Sejak Mei 2026, pangkalannya tetap menerima distribusi terbatas meski rutin melakukan pemesanan.

“Memang hampir semua pangkalan merasakan hal yang sama. Kita juga belum tahu kapan ini selesai,” tuturnya.

Keluhan serupa disampaikan pemilik pangkalan lainnya, Rosmini. Ia menyebut jadwal distribusi sebenarnya masih berlangsung empat kali dalam sebulan, tetapi jumlah tabung yang diterima jauh menurun.

“Normalnya satu kali pengantaran 130 tabung, tapi sekarang kami hanya kebagian sekitar 80 tabung saja,” ucapnya.

Meski stok terbatas, harga jual di tingkat pangkalan tetap Rp22 ribu per tabung sesuai ketentuan yang berlaku. Kondisi itu membuat gas melon langsung habis dalam sehari karena tingginya permintaan masyarakat.

“Biasanya kalau mobil pengangkut tiba di pangkalan, warga langsung mengekor dari belakang mobil. Banyak juga orang yang datang tidak dikenal,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun, pengurangan stok gas melon terkait dengan konflik Timur Tengah antara Amerika-Israel melawan Iran. Kondisi tersebut disebut berdampak pada distribusi minyak dunia termasuk gas LPG di Selat Hormuz hingga berimbas terhadap proses distribusi Pertamina. (A/ST)


Laporan: Bambang Sutrisno
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan