SULTRATOP.COM, MUNA BARAT – Papan nama sekolah yang telah lapuk dan tak lagi kokoh berubah menjadi ancaman mematikan. Seorang siswi Sekolah Dasar (SD) berinisial SL (7) di SD Negeri 7 Barangka, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara (Sultra), tewas setelah tertimpa struktur beton tersebut, Kamis (30/4/2026).
Tragedi itu langsung memicu respons cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna Barat yang berencana memeriksa seluruh bangunan SD demi mencegah kejadian serupa terulang.
Usai menerima laporan peristiwa tragis tersebut, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengungkapkan rasa prihatin mendalam. Ia bahkan langsung melayat ke rumah duka pada Jumat (1/5/2026), sebelum menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk segera melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekolah.
“Tadi pagi sudah melayat ke rumah duka, kemudian saya langsung menginstruksikan Kadis Pendidikan segera mengecek bangunan sekolah, apakah ada potensi lain yang bisa membahayakan, mengingat peristiwa kemarin telah memakan korban,” ungkap La Ode Darwin melalui panggilan daring, Jumat malam.
Ia menegaskan, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi Pemerintah Daerah Muna Barat agar tidak terulang kembali. Pemeriksaan tidak hanya difokuskan pada pagar atau papan nama, tetapi seluruh infrastruktur sekolah yang berpotensi membahayakan keselamatan siswa.
“Dari informasi yang saya dapatkan, bangunan papan nama tersebut memang sudah sangat tua sekali. Dan, segera kami rapatkan dengan seluruh kepala sekolah terkait, demi kenyamanan serta keselamatan seluruh siswa-siswi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, apabila ditemukan bangunan yang tidak layak, maka tidak akan digunakan sementara dalam proses belajar mengajar hingga dilakukan perbaikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden nahas itu terjadi sekitar pukul 10.00 Wita, saat korban berada di sekitar lokasi papan nama sekolah. Korban sempat dilarikan ke RSUD Muna Barat untuk mendapatkan penanganan medis.
Salah seorang dokter di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Muna Barat, dr. Ashabur, membenarkan adanya pasien yang masuk sekitar pukul 11.37 Wita dalam kondisi tidak sadarkan diri.
“Luka robek tidak ada, kemungkinan luka dalam. Hanya saja, darah keluar dari hidung dan telinga pasien,” ujarnya saat dihubungi.
Ia menjelaskan, korban mengalami pembengkakan pada kedua mata dan diduga mengalami cedera serius di bagian dalam tubuh. Meski sempat direncanakan untuk dirujuk ke rumah sakit di Kendari, nyawa korban tidak tertolong.
“Tadi itu sudah mau dirujuk. Saat ambulans tiba dan pasien hendak dibawa, ia sudah meninggal dunia sekitar pukul 14.33 Wita,” pungkasnya.
Jenazah korban kemudian dipulangkan ke rumah duka oleh pihak keluarga. (B/ST)
Laporan: Bambang Sutrisno

















