SULTRATOP.COM, KENDARI – Tanggul beton bakal dibangun di Sungai Wanggu, Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Sebelum dibangun, kawasan terdampak akan dibebaskan dengan anggaran sebesar Rp2 miliar (M) lebih.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Sultra, Martin Effendi Patulak, mengatakan bahwa dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra.
“Anggaran pembebasan ini berasal dari Pemerintah Provinsi melalui APBD Perubahan,” kata Martin di Kantor Gubernur, Selasa (1/9/2026).
Pembebasan lahan mencakup area milik sekitar 30 kepala keluarga (KK) yang berjarak 4 meter dari bibir terluar Sungai Wanggu. Tanggul tersebut direncanakan sepanjang 50 meter dengan tinggi 3 meter dan ditargetkan rampung pada 2026.
Masyarakat yang lahannya terdampak telah menyatakan kesediaannya untuk dibebaskan setelah mengikuti sosialisasi bersama Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, serta warga setempat.
Saat ini, pihak dinas sedang memverifikasi lahan dan menyiapkan penandatanganan kontrak dengan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). KJPP bertugas menghitung nilai tanah masing-masing warga yang masuk dalam area pembebasan.
“Jadi ada sekitar 30 KK yang terdampak. Semuanya sudah setuju, tinggal menyepakati harga yang saat ini sedang diproses,” ujarnya.
Sementara itu, pembangunan fisik tanggul akan dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari.
Kepala BWS Sulawesi IV Kendari, Muhammad Harliansyah, menyampaikan bahwa pembangunan tanggul merupakan upaya mencegah terulangnya banjir seperti yang terjadi pada Mei 2026.
Pihak BWS Sulawesi IV Kendari telah melakukan persiapan konstruksi. Namun, pengerjaan fisik masih menunggu penyelesaian pembebasan lahan dari Pemprov.
“Kami selesaikan dulu masalah lahannya,” kata Harliansyah beberapa waktu lalu.
Menurutnya, tanggul tersebut merupakan solusi jangka pendek untuk mengurangi risiko banjir. Untuk jangka panjang, BWS Sulawesi IV Kendari akan membangun Kolam Retensi Nanga-nanga di kawasan Amohalo, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, pada periode 2027–2028.
Kolam retensi tersebut dirancang memiliki luas kawasan 53,72 hektare, dengan luas tampungan 45,54 hektare dan kapasitas volume hingga 1,58 juta meter kubik.
Selain tanggul dan kolam retensi, BWS Sulawesi IV Kendari juga akan membuat koridor saluran drainase utama perkotaan dengan konsep serupa Kali Kadia.
Drainase utama ini diperlukan di beberapa titik sebagai drain collector (penampung aliran) dari saluran drainase permukiman dan lingkungan. Aliran tersebut nantinya diteruskan menuju sungai utama, yakni Sungai Wanggu atau Teluk Kendari.
“Contoh yang sudah ada itu Kali Kadia, itu salah satu bentuk drainase utama perkotaan,” jelasnya. (B/ST)
Laporan: M11
Editor: Muhamad Taslim Dalma





















