SULTRATOP.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) secara resmi melepas jemaah calon haji (JCH) tahun 2026 di Asrama Haji Sultra, Selasa (5/5/2026).
Pelepasan tersebut dihadiri langsung oleh calon jemaah asal Kota Kendari, sementara jemaah dari kabupaten/kota lainnya mengikuti secara daring.
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten I Setda Sultra, Pahri Yamsul, menekankan pentingnya pelayanan inklusif dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh jemaah, khususnya kelompok rentan seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, dan perempuan.
“Dalam upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, pemerintah terus mendorong implementasi nilai-nilai inklusivitas. Salah satunya melalui pelayanan haji yang ramah bagi lansia, disabilitas, dan perempuan, dengan pendekatan yang adil, manusiawi, dan penuh empati,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagian jemaah haji Indonesia, termasuk dari Sultra, didominasi oleh lanjut usia yang secara fisik membutuhkan perhatian lebih. Oleh karena itu, seluruh petugas haji diminta mengoptimalkan pelayanan dengan penuh kesabaran dan tanggung jawab.
“Saya berharap seluruh petugas haji dapat mengimplementasikan semangat pelayanan dengan sepenuh hati, sabar, dan penuh tanggung jawab, agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, gubernur juga mengingatkan para jemaah untuk memanfaatkan waktu selama di Tanah Suci dengan sebaik-baiknya. Ia mengajak jemaah memperbanyak ibadah seperti zikir, doa, tilawah Al-Qur’an, serta amal kebajikan lainnya.
“Jadikan momentum ibadah haji sebagai sarana muhasabah atau introspeksi diri, serta mengevaluasi perjalanan hidup. Perkuat hubungan dengan Allah (hablun minallah) dan sesama manusia (hablun minannas),” pesannya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tujuan utama ibadah haji bukan sekadar status, melainkan transformasi diri menuju pribadi yang lebih baik. Haji mabrur, kata dia, tercermin dari meningkatnya kualitas keimanan dan ketakwaan, serta perubahan sikap menjadi lebih jujur, amanah, rendah hati, dan gemar menolong sesama.
“Sepulang dari Tanah Suci nanti, jagalah kemabruran tersebut. Itulah esensi sejati dari ibadah haji,” tutupnya. (B/ST)
Kontributor: Ismu Samadhani



















