SULTRATOP.COM, MUNA BARAT — Upaya Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memperjuangkan pembangunan infrastruktur jalan melalui pemerintah pusat mulai membuahkan hasil.
Kabupaten Muna Barat disebut memperoleh alokasi anggaran terbesar di Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Dukungan anggaran tersebut menjadi kabar positif bagi percepatan pembangunan infrastruktur sekaligus peningkatan konektivitas antarwilayah di Muna Barat.
Capaian tersebut tak lepas dari komunikasi dan lobi yang terus dilakukan La Ode Darwin kepada pemerintah pusat. Sejak awal kepemimpinannya, Darwin aktif mendorong agar pembangunan infrastruktur di Muna Barat mendapat dukungan melalui berbagai program pemerintah pusat.
Bagi pemerintah daerah, dukungan melalui program IJD memiliki arti penting. Di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah, pembangunan jalan menjadi salah satu kebutuhan mendasar masyarakat untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga mobilitas sehari-hari.
“Alhamdulillah, dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten lain di Sultra, Muna Barat mendapatkan anggaran terbesar IJD. Anggaran IJD kita sekitar kurang lebih Rp42 miliar,” kata La Ode Darwin ditemui di kantor bupati, Senin (5/10/2026).
Ketua DPD Partai Golkar Sultra itu menjelaskan, total anggaran IJD sekitar Rp42 miliar tersebut dialokasikan untuk sejumlah ruas jalan.
Rinciannya, ruas jalan Desa Abadi Jaya-Pajala terbagi dalam dua segmen, masing-masing mendapatkan alokasi sekitar Rp7 miliar untuk segmen pertama dan Rp24 miliar untuk segmen kedua. Sementara itu, ruas jalan Lafinde-Kampubalano mendapat anggaran sekitar Rp11 miliar.
“Ruas jalan ini sudah mulai ditender atau dilelang oleh balai. Insyaallah, tidak lama lagi ruas jalan Abadi Jaya-Pajala dan Lafinde-Kampubalano mulai dikerjakan,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa DW itu mengaku masih terus berjuang untuk mendapatkan tambahan anggaran melalui program IJD tahap kedua.
Darwin mengatakan, dirinya telah berkomunikasi dengan Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, agar program IJD kembali diarahkan ke Muna Barat, khususnya untuk pembangunan ruas jalan yang masih membutuhkan penanganan.
“Saya sudah komunikasi dengan Bapak Ridwan Bae. Insyaallah, kita bisa mendapatkan tambahan untuk ruas jalan Kasimpa Jaya-Barakkah dengan total anggaran sekitar Rp20 miliar,” ungkapnya.
Menurut Darwin, Ridwan Bae telah menyampaikan bahwa dalam proses lelang proyek pemerintah biasanya terdapat anggaran yang tidak terserap. Anggaran tersebut kemudian dapat dikumpulkan untuk selanjutnya dilelang kembali.
“Bapak Ridwan Bae sudah menyampaikan kepada saya bahwa biasanya dalam proses lelang ada anggaran yang tidak terserap sekitar 5 sampai 7 persen. Kalau anggaran yang tidak terserap ini dikumpulkan dari seluruh Indonesia, nantinya akan dilakukan lelang kembali,” jelasnya.
DW berharap sisa anggaran tersebut dapat diarahkan ke Muna Barat untuk membiayai pembangunan ruas jalan Kasimpa Jaya-Barakkah.
Karena itu, ia memastikan akan terus berupaya dan melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat agar tambahan anggaran tersebut dapat diperoleh Muna Barat.
Di sisi lain, Darwin menitipkan pesan kepada masyarakat agar tetap bersabar. Ia bersama Wakil Bupati Muna Barat, Ali Basa, mengaku terus bekerja dan mengupayakan agar ruas jalan yang mengalami kerusakan parah dapat segera ditangani.
“Banyak yang mengoreksi kami di media sosial terkait kondisi jalan. Apa yang disampaikan di media sosial saya anggap sebagai bagian dari aspirasi masyarakat. Saya juga meminta masyarakat untuk bersabar. Kami masih bekerja semaksimal mungkin untuk mendatangkan program dari pemerintah pusat,” pungkasnya. (*/ST)
Laporan: Adin
Editor: Jumriati

















